TELEVISI MASUK DESA DAN DAMPAKNYA BAGI PEMBANGUNAN AGAMA; Studi Tentang Respon Masyarakat Terhadap Tayangan TV yang Bermuatan “agama” di Desa Karanganyar, Kecamatan Gedong Tataan, Lampung

6 Nov 2007
TELEVISI MASUK DESA DAN DAMPAKNYA BAGI PEMBANGUNAN AGAMA; Studi Tentang Respon Masyarakat Terhadap Tayangan TV yang Bermuatan “agama” di Desa Karanganyar, Kecamatan Gedong Tataan, Lampung

TELEVISI MASUK DESA DAN DAMPAKNYA BAGI PEMBANGUNAN AGAMA; 
Studi Tentang Respon Masyarakat Terhadap Tayangan TV yang Bermuatan “agama” 
di Desa Karanganyar, Kecamatan Gedong Tataan, Lampung

Oleh: Afif HM 
Badan Penelitian Agama dan Kemasyarakatan 
1994/1995


Sisi lain yang ikut memberikan andil dalam proses perubahan masyarakat desa adalah dengan semakin terbukanya arus informasi melalui mass media, baik media cetak, (surat kabar, majalah, buletin, brosur, dsb) yang sengaja di berikan melalui instasi tertentu, maupun diperoleh dengan mudah oleh masyarakat desa dan kota-kota terdekat. Juga, media informasi elektronik yang sudah semakin "menjamur" dimiliki aleh ma­syarakat desa, seperti pesawat radio dan televisi.

Beberapa hal penting yang dapat diangkat dari penelitian tentang fenomena Televisi masuk desa ini diantaranya sebagai berikut: Kebiasaan menonton televisi Masyarakat di desa Karanganyar, kecamatan Gedong Tataan, Lampung Selatan, menonton televisi (tayangan yang disajikan oleh pemancar televisi TVRI dan TPI), dan sabagian kecil yang melihat tayangan yang disajikan oleh pemancar televisi RCTI/RCTV dan AN TV, merupakan sarana hiburan. Disamping itu, untuk kelompok petani, acara tertentu dipandang sebagai sarana penambah pengetahuan, khususnya dalam bidang usaha tani.

Pada umumnya masyarakat menonton pada jam 19.00 sampai dengan 21.00-yang merupakan waktu menonton. Hal tersebut berkaitan erat dengan latar pekerjaan anggota masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, yaitu mulai jam 06.00 hingga jam 17.00. Sedang antara jam 18.00 dan 19.00 dipergunakan untuk makan ma1am dan shalat magrib berjamaah (umumnya di masjid atau mushalla/langgar). Namun demikian bukan berarti bahwa pada jam-jam lainnya tidak ada yang menonton tayangan TV. Sebab, pada hari-hari libur sekolah, anak-anak dan remaja yang libur sekolah dan tidak membantu orang tua bekerja di ladang, sawah, tegal atau kebun, waktu mereka digunakan untuk melihat tayangan TV. Demikian pula pada hari Minggu, khususnya, hampir dapat dikatakan mulai awal siaran sampai akhir, banyak ditonton oleh anak-anak, dan para muda.

Jenis tayangan yang ditonton, sebagaimana fungsi utama dari tayangan TV adalah untuk media hiburan, maka terdapat kecenderungan para penonton lebih menyukai acara tayangan : musik pop, drama, sinetron, musik daerah, juga film. Disamping sebagai media hiburan, TV juga dijadikan sarana untuk menambah pengetahuan bagi kelompok tertentu. Misalnya bagi kelompok tani, tayangan tentang usaha/ tani. kontak tani, budidaya perikanan, serta siaran pedesaan banyak diminati. Sedang bagi para cendekia (untuk level desa tersebut) dan tokoh masyarakat bahwa berita-berita TVRI menjadi sarana penambah pengetahuan. bahkan tidak jarang dijadikan rujukan pada saat berbicara dihadapan warga masyarakat desa.***

Editor:
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI