Sekretaris: Kita Membutuhkan Sosok Agen Perubahan

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 21 Juni 2017 08:30 | Dibaca : 370




Jakarta (19 Juni 2017). Untuk mewujudkan kinerja yang baik diperlukan kerjasama (team work) yang baik pula antar sesama pegawai atau antar satuan kerja (satker) di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Selain itu, juga kita membutuhkan sosok agen perubahan (agent of change) di lingkungan Sekretariat Badan Litbang dan Diklat yang bukan hanya pintar, melainkan juga menginspirasi, profesional, berintegritas, menggerakkan teman-teman pegawai lain, inovatif, dan ikhlas melayani.

Demikian pernyataan disampaikan Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd saat memberikan sambutan pada ESQ 165 Leadership Center ‘Expert in Character Building’ dengan Tema: “Training Quantum Excellence” bagi pegawai Sekretariat Badan Litbang dan Diklat, bertempat di Kampus Pusat Pendidikan dan Pelatihan Administrasi Ciputat Tangerang Selatan.

Rohmat menuturkan ESQ 165 mirip dengan metode sufi modern yang materi-materinya berlandaskan wawasan Islam yang mendalam. “Dan, pendirinya Dr (HC) Ary Ginanjar juga termasuk yang telah menginisiasi 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab, dan Keteladanan, ”ungkapnya.

Kegiatan pelatihan ini dihadiri seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Badan Litbang dan Diklat yang berjumlah 82 orang. Acara ini merupakan salah satu kegiatan Bagian Ortala, Kepegawaian, dan Hukum yang bertujuan setelah training para pegawai di Sekretariat memiliki perubahan besar (quantum excellence) ke arah kinerja yang lebih baik, dan terus meningkatkan etos kerja dalam hal pelayanan kepada stakeholders dan mitra kerja Sekretariat Badan Litbang dan Diklat seperti Pusdiklat, Puslitbang, Balai Diklat dan Balai Litbang, serta LPMQ, dan lainnya.

Hadir sebagai narasumber dari ESQ 165 Leaderhsip Center yakni Bramantio Wibisono, salah seorang Master Trainer Nasional-Internasional dan pakar NLP (Neuro Linguistic Programme). Ia membahas kunci sukses dan tips serta trick-nya. Menurut dia, ada 3 langkah untuk mencapai kesuksesan yaitu ilmu (knowledge), jaringan (networking/perbanyak silaturahim), dan mentor (guru yang bagus dan berpengalaman/sosok inspiratif).

Pak Bram, sapaan Bramantio Wibisono, mengatakan untuk sukses sekarang ini tidak harus menunggu tua/pensiun, tapi selagi muda produktif kita juga bisa sukses. “Perluas jaringan pertemanan kita, optimis (optimist), perbanyak bersyukur dengan apa yang kita miliki, action, dan selalu bahagia dengan berpikir positif (positive thinking), “ungkapnya.

Namun, “Terkadang kita terlalu banyak angan-angan dan cita-cita yang tinggi untuk bahagia, padahal happiness is getting what you have, “ucap Pak Bram.

“Kita terlalu banyak rasa takut (feel the fear) atau dalam istilah psikologi dikenal amygdala, kita acapkali membandingkan diri dengan apa yang orang lain miliki, kita lupa mensyukuri apa yang sudah Allah SWT. anugerahkan kepada kita. You are the achievement of success, because you are the champion, “tegasnya. (Nasrullah Nurdin/bas)    

 


Kalender Kegiatan

Pengelolaan Sekolah Islam Terpadu di Kawasan Indonesia Timur

  • Tanggal : 26 Juni 2016 18:05
  • Waktu : 01 Januari 2016 - 02 Februari 2016
  • Pukul : 12:00 - 13:00 Wib
  • Tempat : Kemenag