Close

Kemenag Harus Punya Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan

Jakarta (9 Februari 2018). Menteri Agama (Menag) menyampaikan harapan dan mimpinya bahwa Kementerian Agama harus punya Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan yang spesifik dan menjadi program prioritas Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajeman Organisasi tahun 2018.

Hal ini disampaikan Menag pada pertemuan pembahasan rancangan Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan, Jumat (9/2). Dalam kesempatan tersebut, Menag memberikan sejumlah arahan.

Pertama, agar dibuat naskah akademik sehingga lebih jelas dan sistematis. Kedua, segera dibuat skala prioritas program dan kegiatan. Ketiga, kegiatan benchmark substansinya diarahkan verifikasi naskah. Keempat, terkait anggaran agar disiapkan program untuk diajukan pada pembahasan APBNP mendatang. Kelima, segera diagendakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang pakar untuk memastikan millestone yang telah dibuat. Dan keenam, tahun depan agar disiapkan pola penganggarannya yang harus disiapkan tahun ini.

“Guna mendukung gagasan besar Menag, sejumlah program LKKMO tahun 2018 tengah direvisi,” ungkap Kepala Puslitbang LKKMO Dr. Muhammad Zain menambahkan usulan di atas.  Program tersebut antara lain: 1) benchmarking dan ekstradisi naskah dalam dan luar negari; 2) penguatan dan pendirian lembaga tahqiq pada 30 tempat (kerjasama PTKI dan Pondok Pesantren); 3) konservasi (hunting) naskah pada 120 wilayah di seluruh nusantara; 4) digitalisasi naskah 20.000 lembar untuk tahun 2018. “Digitalisasi manuskrip juga akan didukung dengan aplikasi android agar generasi milenial dapat menikmati khazanah intelektual Indonesia yang sangat kaya ini,” tambahnya.

Staf ahli Menag Oman Fathurrahman berharap, pusat kajian manuskrip ini selanjutnya bisa inline dengan pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang sekarang sedang diprogramkan.

Tampak hadir, Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. Abd. Rahman Mas'ud, Staf Ahli Menag  Prof. Oman Fathurrahman, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Dr. Muhammad Zain, Sesmen Khoirul Huda Basyir. []

diad/diad