Close

Tutup Kegiatan Pengembangan Desain Diklat Teknis, Kaban Tekankan Pentingnya Update Kurikulum

Batam (15 Februari 2018). Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menggelar kegiatan Pengembangan Desain Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan di Planet Holiday Batam. Kegiatan ini berlangsung pada 13 s.d. 16 Februari 2018 diikuti oleh 120 peserta.

Hadir dalam kegiatan ini widyaiswara Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, widyaiswara perwakilan Balai Diklat Keagamaan, utusan stakeholders seperti guru, pengawas, penghulu, dan penyuluh agama. Mewakili Kepala Badan Litbang dan Diklat (Kaban), Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan (Kapusdiklat), Dr. H. Mahsusi, MM., membuka kegiatan ini secara resmi pada Selasa, 13 Februari 2018.

Kegiatan yang menghasilkan output kurikulum diklat dokumen II ini ditutup langsung oleh Kaban. Dalam arahannya, Kaban menganalogikan kurikulum diklat itu sebagai sebuah perencanaan yang harus dirancang secara matang. “If you fail to plan, you plan to fail, artinya jika Anda gagal menyusun rencana, maka Anda sedang menyusun kegagalan”, tegas Kaban. Kaban juga menekankan bahwa pengembangan kurikulum tidak hanya berhenti pada penyusunan dokumen, kurikulum, namun juga harus dikawal hingga pada tataran implementasi. “Terkadang sebuah dokumen disusun begitu ideal, namun mengalami distorsi dalam pelaksanaannya”, imbuh Kaban.

Menurut Kaban, untuk menguji efektivitas implementasi kurikulum diklat, bagaimana tingkat pencapaian peningkatan kompetensi sebagai tujuan diklat serta dampak diklat bagi stakeholders dan users, diperlukan penelitian tentang diklat. Kaban menegaskan sudah banyak widyaiswara yang menyusun karya ilmiah berbasis penelitian tentang kediklatan. Namun agar potret keberhasilan diklat dapat diukur secara lebih objektif, penelitian tentang diklat harus dilakukan oleh unit penelitian yaitu Puslitbang atau Balai Litbang Agama. “Dalam konteks ini, Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan akan melaksanakan penelitian tentang efektivitas dan dampak diklat pada tahun 2018 ini. Dari hasil penelitian ini nanti kita akan bercermin kekurangan dan kelebihan diklat yang sudah kita selenggarakan”, ungkap Kaban yang juga mantan Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan ini.

Kaban mengingatkan kepada peserta bahwa kurikulum diklat disusun berdasarkan 5 (lima) hal pokok, yaitu (1) kompetensi jabatan, (2) output diklat, (3) kebutuhan perkembangan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, (4) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan (5) norma-norma kehidupan. Kelima hal tersebut harus diperhatikan dan menjadi dasar pengembangan kurikulum. “Dengan memperhatikan lima hal tersebut, kurikulum diklat akan adaptif terhadap perkembangan sehingga lebih update dan responsif terhadap kebutuhan peserta dan unit kerja, atau needs-based training”, terang Kaban.

Di sela arahannya, Kaban mengulas tokoh penyair terkenal syair Gurindam Dua Belas, Raja Ali Haji (lahir tahun 1808), seorang tokoh monumental asal Provinsi Kepulauan Riau di mana Batam berada. Kaban mengajak peserta membaca karya asal pulau Penyengat ini untuk memetik pelajaran dari petuah-petuah bijak yang ada dalam syair melayu tersebut. []

 efa_af/diad/diad