Catatan Dari Tanah Para Wali Cape Town, Afrika Selatan

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 09 April 2018 08:23 | Dibaca : 130




Cape Town (Balitbang Diklat) --- Delegasi dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI., dipimpin langsung oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Prof  H. Abdurrahman Mas'ud Ph.D., didampingi oleh DR. H. M. Hamdar Arraiyah dan DR. H. Arifuddin Ismail  (keduanya peneliti Balai Litbang Agama Makassar) telah berkunjung  ke Cape Town South Africa. Delegasi berada di "tanah para wali" Cape Town South Africa sejak 30 Maret  hingga 6 April 2018.

Keberadaan delegasi tersebut dalam rangka menghadiri undangan dari Muslim Judicial Council (MJC) dan International Peace College South Africa (IPSA). Kunjungan  dimaksudkan untuk melakukan STUDI BANDING  terkait PERAN ULAMA KETURUNAN MELAYU DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN DI CAPE TOWN AFRIKA SELATAN,   sekaligus melacak dan menelusuri sejarah dan naskah manuskrip nusantara  

Delegasi resmi dari Indonesia ini meluangkan waktu beraudiensi ke Konsulat Jendral Indonesia di Cape Town South Africa. Kunjungan ke kantor Konjen Indonesia dilakukan pada hari Selasa 3 April 2018, didampingi oleh pengurus  Muslim Judical Council Afrika Selatan dan diterima secara resmi oleh Konsul Jenderal Bapak Krishna Adi Poetranto. Pada pertemuan itu Prof H. Abdurrahman Mas'ud, Ph.D.  menyampaikan tujuan dan maksud kedatangannya bersama dua peneliti dari Litbang Agama. Konsul Jenderal menerima dan menyambut dengan baik, bahkan diskusi berkembang  ke hal-hal yang terkait dengan persoalan sosial keagamaan di Cape Town. Beberapa pesan dan harapan terkait maksud kunjungan penting  ini disampaikan dalam suasana silaturahim yang dialogis, serius tetapi santai dan akrab.

Kegiatan terkait dengan substansi yang dilakukan Prof H. Abdurrahman Mas'ud, PhD.., bersama rombongan, diantaranya:

1)  Mengisi acara siaran langsung (ON AIR di RADIO "VOICE OF CAPE" milik Muslim Judicial Council (MJC)  bersama pengurus MJC, yaitu Shaykh S. ESAU MP., (salah satu ketua MJC, saat ini sebagai  anggota Parlemen the Republik of South Africa) dan Shaykh Isgaak Taliep (Sebagai Sekjen  MJC). Kegiatan ini dilaksanakan 3 April 2018, jam 19.00. Materi yang dibincangkan di VOICE OF THE CAPE adalah tugas  riset keagamaan yang mendukung  kebijakan Kementerian Agama  RI. Di akhir perbincangan, Prof. H. Abdurrahman Phd.D menawarkan kerja sama, Memorandum of Understanding (MOU) dengan Muslim Judicial Council (MJC) terkait riset keagamaan pada masa datang.

2) Pertemuan tokoh-tokoh agama Cape Town dibawah kordinasi Muslim Judicial Council. Pertemuan silaturrahim ini berlangsung pada  4 April 2018 pukul 11.00 s.d. 13.30 waktu setempat di Markas MJC, dihadiri sekitar 30 orang ulama. Silaturrahim ini berlangsung penuh kekeluargaan dan kehangatan, karena saling tukar menukar informasi keagamaan dan keumatan. Ulama-ulama besar dari Afrika Selatan, India, dan Mesir berkumpul dalam forum ini penuh berkah dengan doa-doa.

3) Seminar tentang "Pendidikan Agama dan  Keagamaan". Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Peace College South Africa (IPSA) 4 April 2018 pukul 19.00 di Kampus IPSA. Prof. H. Abdurrahaman Mas'ud tampil sebagai pembicara utama, panel dengan tiga pembicara lainnya dari Perguruan Tinggi yang berbeda. Prof. H. Abdurrahman Mas'ud mengangkat topik: "Islamic Education in Indonesia". Seminar berjalan dalam suasana keilmiahan, karena peserta menanggapinya secara serius terkait dengan topik yang dibincangkan, dan mengaitkannya dengan yang dilakukan Ulama Malayu yang diasingkan oleh Kolonial Belanda ke Cape Town. Forum umumnya mengapresiasi betapa sistem dan struktur pendidikan Islam sudah demikian kokoh

4) Kunjungan atau ziarah ke tempat bersejarah seperti "Makam Para Wali"  dan juga museum. Makam Wali Allah yang dimaksud secara khusus ialah Makam Tuan Salamaka Shaykh Yusuf al-Makassary Tajul Khalwaty dan Makam Tuan Guru dari Tidore. Keduanya merupakan Ulama yang berjasa besar dalam meletakkan dasar-dasar keIslaman dan juga pengembangan Islam di Cape Town. Hingga kini keduanya dihormati oleh masyarakat Muslim Cape Town Afrika Selatan sebagai MUJAHID dan PAHLAWAN legendaris, diagungkan  tidak bisa dilupakan sepanjang masa.

5) Kegiatan yang tidak kalah penting adalah mengunjungi sekolah atau madrasah. Beberapa yayasan atau college (istilah yang lazim digunakan di Cape Town) yang bergerak di bidang pelayanan pendidikan agama dan keagamaan seperti "An-Nur Islamic  Education Centre, Al-Quds, dan International Peace College South Africa menjadi sasaran observasi yang menginspirasi. Ada banyak hal yang bisa dijadikan bahan perbandingan dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan. 

6) Menghadiri kegiatan zikir salawatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok atau Majelis Tariqat. Kegiatan seperti itu rupanya sudah rutin dilakukan dua kali dalam satu minggu, waktu pelaksanaannya tergantung kesepakatan dari anggota majelis. Peserta yang ikut pada kegiatan Zikir dan Salawatan  tidak terbatas hanya dari kalangan kaum tua, tetapi semua kelompok usia, dari anak-anak usia sekolah, remaja, pemuda dan orang dewasa, begitupula dari kalangan laki-laki dan perempuan. Kegiatan zikir dan salawatan tersebut selalu diakhiri dengan makan bersama sesuai tradisi masyarakat muslim Cape Town.

7) Sebagai puncak kegiatan adalah penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI., Prof. H. Abdurrahman Mas'ud Ph.D., dengan Wakil Presiden Muslim Judicial Council (MJC), Maulana Shaykh Abdul Khalik Ali terkait  "Kegiatan Kelitbangan", khususnya di bidang kehidupan, pendidikan, dan manuskrip  keagamaan. Kerja sama ini merupakan wujud dari niat baik kedua belah pihak, dan Insya Allah berlaku selama lima tahun. Kedepan diperlukan persiapan perencanaan dengan sistem duduk bersama bisa digagas via online. Semoga semuanya bisa berjalan dengan baik.

Terkesan kunjungan delegasi Indonesia ini sangat singkat. Kenyataanya adalah masih  banyak hal terkait dengan "Islam, masyarakat dan Kebangsaan" yg perlu didalami sebagai bahan perbandingan. []

(Ar Is/diad).

 


Kalender Kegiatan

Pengelolaan Sekolah Islam Terpadu di Kawasan Indonesia Timur

  • Tanggal : 26 Juni 2016 18:05
  • Waktu : 01 Januari 2016 - 02 Februari 2016
  • Pukul : 12:00 - 13:00 Wib
  • Tempat : Kemenag