Close

Kaban: Bulan Suci Ramadhan, Bulan Diklat

Jakarta (28 Mei 2018). Bulan suci Ramadhan merupakan bulan diklat bagi segenap pegawai Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Puasa Ramadhan merupakan latihan (training) untuk kita semua sebagai keluarga besar yang bekerja di institusi/lembaga Kementerian Agama.

Demikian pernyataan disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D saat membuka kegiatan Pembinaan Mental dan Buka Puasa Bersama seluruh Pegawai Balitbangdiklat, bertempat di Aula Utama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin sore (28/5/18).

Tampak hadir dalam acara ini seluruh pejabat Eselon II Badan Litbang dan Diklat, Dewan Pengurus Dharma Wanita Balitbangdiklat; para peneliti; widyaiswara, pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Badan Litbang dan Diklat. 

Sebelumnya, Sekretaris Badan Litbang dan Diklat, Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd. melaporkan bahwa kegiatan pembinaan mental dan buka puasa bersama ini adalah tradisi yang sangat baik dan perlu diteruskan. “Semoga dengan adanya pembinaan pegawai ini, seluruh pegawai semakin meningkatkan kinerjanya di tempat kerja masing-masing serta terus termotivasi dalam melakukan pelayanan optimal di lingkungan Badan Litbang dan Diklat,”  ucapnya.

Selanjutnya, Mas’ud mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini untuk meningkatkan kembali 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama. “Kita harus meningkatkan etos kerja. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan dalam bekerja meski di bulan suci Ramadhan, tetap optimal dalam menjalankan tugas dari atasan, dan harus tetap produktif, khususnya bagi seluruh pegawai Badan Litbang dan Diklat,” ujarnya.

Mas’ud mengingatkan kita sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengemban amanah di lingkungan Badan Litbang dan Diklat harus menjaga lima nilai budaya kerja Kementerian Agama tersebut dengan baik, dan jadikan sebagai fondasi dalam bekerja dan berkarya.

Mas’ud mengibaratkan lima nilai budaya kerja itu di dalam dunia perusahaan sebagai corporate culture, budaya sebuah perusahaan,. “Jika mampu menerjemahkan dan menjalankannya dengan baik secara kelembagaan di Balitbangdiklat, insya Allah, Kementerian Agama akan semakin jaya dan gemilang,” pungkasnya.  (Nasrullah Nurdin/ar/bas)