Close

Kabiro HDI Mastuki Minta MCH Lakukan Inovasi Pemberitaan

JAKARTA (MCH)—Menjadi petugas Media Center Haji (MCH) tentu tidak mudah. MCH dituntut mampu melayani jemaah haji dari sisi pemberitaan. Selain juga melayani jika ada jemaah yang membutuhkan pertolongan. Tantangan utamanya adalah bagaimana berita yang diramu bisa memiliki sentuhan yang berbeda dengan berita terkait haji yang sudah-sudah.

“MCH bisa saja membuat berita berdasar cerita-cerita lucu atau anekdot yang berasal dari jemaah haji kita,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki, Senin (2/7) di gedung Kemenag Jalan Lapangan Banteng Jakarta. Hal ini ia sampaikan dihadapan 30 petugas MCH saat pembekalan yang akan berlangsung hingga Rabu (4/7).

Menurut Mastuki, tantangan yang dihadapi MCH dalam pemberitaan haji adalah tempat yang sama. “Tapi karena jemaahnya berbeda tentu bisa diperoleh berita yang berbeda pula,” ujarnya.

Di samping itu, imbuhnya lagi, MCH dapat mengungkap sisi-sisi lain penyelenggaraan haji. “Misalnya tentang koloni-koloni daerah yang berasal dari Indonesia dan sudah berada di sana sejak dulu,” ungkap Mastuki. “Bisa juga pemberitaan terkait tenaga musiman (temus) yang bertahun-tahun ikut melayani jemaah haji,” ujarnya memberi contoh. “Atau bisa pula bagaimana jemaah haji asal Aceh yang sampai sekarang mendapat tambahan living cost karena royalti kebijakan Sultan Iskandar Muda yang dulu mewakafkan tanah di Mekah,” sambungnya lagi.

Mastuki juga menilai tempat-tempat bersejarah layak diberitakan. “Tentu memerlukan referensi yang dapat diandalkan,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar berita tentang internasionalisasi haji dapat dilakukan. “Misalnya tentang Gubernur Madinah dari masa ke masa dan kebijakannya tentang haji, sekaligus pemberitaan kebijakan Indonesia karena negara kita dianggap sebagai rujukan penyelenggaraan haji dunia,” urainya lagi.

Petugas MCH akan dibagi dalam tiga daerah kerja (daker) yakni Jeddah, Madinah dan Mekah. Untuk daker Jeddah dan Madinah masuk Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada 13 Juli 2018 dan berangkat ke Tanah Suci 14 Juli 2018. Sementara daker Mekah masuk asrama haji 18 Juli 2018 dan berangkat ke Tanah Suci 19 Juli 2018. []

Kemenag/diad