Close

Pusdiklat Tenaga Administrasi Selenggarakan Rapat Evaluasi Kediklatan

Batam (6 Nopember 2018). Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyelenggarakan Rapat Evaluasi Kediklatan. Rapat evaluasi bertemakan Akselerasi Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Diklat ini, akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 6-9 Nopember 2018 di Hotel Horison Ultima King’s Nagoya Batam. Rapat Evaluasi Kediklatan secara resmi dibuka oleh Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi, Drs. H. Saeroji, MM, Selasa malam (6/11).

Dalam sambutannya, Saeroji mengatakan waktu berjalan begitu cepat, kalau tidak kita gunakan sebaik-baiknya untuk memberikan manfaat kepada sesama, maka waktu ini akan sia-sia dan hilang tanpa makna. “Maka gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan yang terbaik khususnya sesuai dengan tugas dan fungsi kita di Kementerian Agama, sehingga Kementerian Agama menjadi kementerian yang dibanggakan dan didambakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

“Kita bersyukur tidak ada masyarakat yang tidak perlu dengan Kementerian Agama, karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia diurus oleh Kementerian Agama, dari mulai lahir sampai meninggal dunia,” ujar Saeroji.

“Kita sebagai warga Kementerian Agama harus terus meningkatkan kapasitas kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bagaimana diklat dilakukan untuk dapat meningkatkan kompetensi pegawai Kementerian Agama, yang pada akhirnya meningkatkan pelayanan Kementerian Agama terhadap masyarakat,” kata Saeroji.

Saeroji mengatakan rapat evaluasi ini untuk melakukan evaluasi apa yang sudah kita lakukan selama ini, apakah diklat yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan stakeholder di Kementerian Agama.

Pada sidang komisi nanti, kata Saeroji, para peserta diharapkan memberikan usulan dan masukan diklat administrasi apa yang akan menjadi prioritas. Contohnya, Diklat UNBK yang pada tahun 2018 diselenggarakan oleh Pusdiklat dan mendapat respon yang sangat baik. Untuk tahun 2019 diharapkan Balai Diklat Keagamaan Seluruh Indonesia dapat menjadikan diklat ini sebagai prioritas.

Selanjutnya, Seroji mengibaratkan Organisasi Kementerian Agama seperti mobil/kendaraan, terdiri dari beberapa unsur di dalamnya, dimulai dari alat yang besar sampai yang kecil semuanya punya peran yang sangat penting. Sehinga semua unsur Kementerian Agama penting, siapapun dan dimanapun itu.

“Jangan sampai ada di antara kita mengatakan akulah yang penting. Diklat dalam hal tertentu, menjadi yang sangat menentukan. Contoh Diklat Prajabatan/Latsar, dimana seorang CPNS tidak akan diangkat menjadi PNS apabila tidak mengikuti Diklat Latsar,” tegas Saeroji.

Acara pembukaan rapat evaluasi kediklatan ini dihadiri Kepala Bidang Penamas mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Kepulauan Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Kepala Balai Diklat Keagamaan, Kepala Seksi Diklat Tenaga Administrasi, perwakilan Widyaiswara, pejabat Kanwil Kementerian Agama, pejabat Biro Perencanaan Kementerian Agama, pejabat Biro Kepegawaian Kementerian Agama, pejabat IAIN Pare-pare, pejabat Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, pegawai/pejabat Pusdiklat Tenaga Administrasi.

Acara ini dimeriahkan penampilan dari salah satu Madrasah di Batam yang membawakan Tari Persembahan, yang biasanya tradisi di Batam tari ini dipersembahkan untuk tamu agung. [AS/bas/ar]