Close

Kapuslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan: Pelaporan Pusat 1 Tahun 2018 Harus Baik dan Benar

Jakarta (14 Desember 2018). Pusat Penelitian Bimas Agama dan Layanan Keagamaan melakukan kegiatan Rapat Evaluasi Pelaporan di Hotel Jl. Fachrudin No.3, Kampung Bali, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250. Acara ini bertujuan mengevaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran, Membuat Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan dan Substansi, serta Membuat Laporan Kemajuan (progress report) masing-masing Penanggungjawab Kegiatan di Lingkungan Pusat Satu.

Turut hadir Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, H. Muharam Marzuki, Ph.D, Kepala Bidang Penelitian Paham dan Aliran Keagamaan Drs. H. Shalahuddin, M.Pd, Kepala Bidang Penelitian Haji, Umrah, dan Produk Halal, dan Kasubag TU Haris Burhani, M.A.P, Peneliti Ahli Senior, Peneliti Junior, JFU, Pegawai dan seluruh Staf Puslitbang Bimas Agama dan LK. Sedangkan narasumber yang  berbicara adalah Inspektur Wilayah 1 Itjen Kemenag RI, dan Kepala Biro Perencanaan Lapangan Banteng Kemenag RI.

Dalam kata sambutannya, Muharam mengatakan “Penting bagi setiap Penanggungjawab (ketua, sekretaris kegiatan dan anggota) pada acara kegiatan Pusat 1 menyusun Laporan Tahun 2018 dengan Baik dan Benar, jangan sampai ada temuan-temuan baru lagi dan pengembalian uang yang sudah dipakai, dan penting ke depan untuk memperkuat kegiatan-kegiatan kita tahun 2019 nanti. Secara substansi, Kapus minta tolong kepada peneliti agar menyusun laporan penelitian dengan baik, dan secara keuangan/manajerial, Kapus minta tolong kepada bagian keuangan untuk rapih juga dalam hal-hal yang bersifat administratif dan berkas pelaporannya.” pesan Kapus.

Di samping itu, Kapus yang juga jebolan doktor (Ph.D) salah satu kampus bergengsi di India ini mengingatkan untuk perhatikan betul hal-hal teknis soal makalah dari Narasumber, Notulasi rapat, undangan bagi peserta berikut absennya, kemudian pembagian seminar kit dan sifat-sifat administratif cukup penting jangan dianggap sepele.” ujarnya lagi dengan semangat menutup arahannya. (Nasrullah Nurdin)