Close

LPMQ Gelar Seminar dan Pameran Jejak Ulama Uzbekistan di Nusantara

Dunia Islam saat ini berutang jasa kepada para Ulama yang lahir di tanah Uzbekistan. Lebih dari 50 ulama besar dalam berbagai bidang keilmuan lahir di kota-kota pusat peradaban Islam masa lalu, seperti Bukhara, Samarkhan, Tashkent, Tirmiz, Khiva, dan beberapa kota lainnya. Sebut saja Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, Imam ad-Darimi, Imam Al-Hakim yang terkenal dalam bidang Hadist. Ada pula az-Zamakhsyari, an-Nasafi yang mahsyur dalam bidang tafsir Alquran.

Selain itu, terdapat juga ulama di bidang ilmu pengetahuan seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan al-Kalabadzi. Termasuk dalam bidang tasawuf, banyak tarekat-tarekat yang lahir dari kota-kota ini, dan yang paling terkenal adalah Tarekat An-Naqsyabandiyah.

Di Nusantara, jejak para ulama dari Uzbekistan terlihat sejak masa paling awal Islamisasi Nusantara, sekitar abad 14 M. Di Jawa dikenal tokoh penyebar Islam pada abad ke-14 yang diduga berasal dari tanah Samarkhan, Syekh Asmorokondi (As-Samarqondi) yang dimakamkan di Tuban.

Beberapa cerita menyebutkan bahwa beliau adalah sesepuhnya para Wali di Tanah Jawa, ayah dari Sunan Ampel. Selain itu, waqila Syekh Jumadil Kubro, yang disebutkan sebagai ayah dari Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak yang berasal dari tanah Uzbekistan.

Sayangnya hingga saat ini, tidak banyak ditemukan sumber berita tentang kedua tokoh tersebut kecuali dari bukti arkeologis berupa nisan makam beliau yang saat ini sangat ramai diziarahi. Oleh karena itu, perlu kajian secara komprehensif untuk menguak bagaimana kiprah dan segala aktivitasnya dalam Misi Islamisasi di tanah Jawa pada masa paling awal, kisaran abad ke 15.

Berlatarbelakang hal tersebut, Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) menghelat Seminar Halaqah Kebudayaan Islam "Menelusuri Jejak Ulama Uzbekistan di Nusantara" dan pameran foto yang akan diselenggarakan pada 7-17 Februari 2019. Kegiatan ini pun sekaligus sebagai peringatan 1 tahun bebas Visa WNI ke Uzbekistan. Khusus seminar, akan berlangsung Kamis, 7 Februari pukul 10.00 hingga selesai di Bayt Alquran dan Museum Istiqlal TMII dengan narasumber Dr. Muchlis M. Hanafi dan Rijal Mumazziq Z. []

diad/diad