Close

Kunjungan Kerja Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag ke Perpustakaan Kemendikbud

Jakarta (6 Maret 2019). Dalam rangka meningkatkan kinerja perpustakaan, sebuah perpustakaan perlu mengetahui lembaga serupa dalam pengelolaan perpustakaannya sebagai pembanding. Untuk itu, perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag berinisiasi mengadakan kunjungan kerja ke institusi lain yang dianggap lebih maju dalam pengelolaan perpustakaan.

Dalam kunjungan ini diharapkan, selain mengetahui bagaimana kondisi dan penataan perpustakaan di institusi yang dikunjungi, juga dalam rangka mendapatkan masukan dan ide-ide baru yang bisa dicontoh.  Kunjungan  ke perpustakaan Kemendikbud, berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, dipilih karena perpustakaan ini berdasarkan pengamatan dan sumber-sumber yang ada, merupakan salah satu perpustakaan khusus yang menjadi perpustakaan percontohan.

Pada kunjungan kali ini, ada banyak hal yang menginspirasi yang bisa dikembangkan oleh perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Di antaranya: 1) menekankan kembali pengelolaan perpustakaan sebagaimana termaktub dalam UU 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, khususnya di pasal 17 bahwa penyelenggaraan perpustakaan dilakukan sesuai dengan standar nasional perpustakaan; 2) menekankan kembali fungsi perpustakaan sebagai perpustakaan rujukan, pusat deposit, dan pusat sumber belajar masyarakat di lingkungan lembaga induk; 3) melakukan serah simpan karya cetak dan karya rekam di lingkungan Badan Litbang dan Diklat dan  di lingkungan Kementerian Agama secara umum.

Terkait dengan pengelolaan koleksi, yang menjadi catatan adalah memperbanyak dan menghimpun koleksi perpustakaan secara  digital melalui Repositori Institusi dan  Open Journal System. Kemudian secara pelayanan di antaranya adalah sarana dan prasarana perpustakaan yang nyaman  mulai dari ruang koleksi, ruang baca, ruang diskusi, ruang audiovisual, dan ruang teater. Juga didukung dengan penyediaan sarana penelusuran yang cepat dan mudah di antaranya melalui  Sistem Otomasi Perpustakaan, Katalog Induk Terintegrasi, dan Repositori Institusi.

Berkenaan dengan usaha-usaha promosi perpustakaan, dapat dilakukan selain melalui pameran juga dengan Diskusi/Talkshow, Bedah Buku, Seminar/Workshop, Mendongeng/ Membacakan Cerita, Putar Film, dan Festival Perpustakaan. Tidak kalah pentingnya adalah pengemasan konten perpustakaan dengan media sosial.

Semoga kunjungan kerja ini menjadi motivasi yang besar bagi Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag untuk bebenah diri dan memberikan yang terbaik bagi lembaga dan masyarakat penggunanya. (HAR/bas/ar)