Close

Repositori Penting Bagi Pengelolaan Data Penelitian

Jakarta (13 Mei 2019). Bertempat di ruang sidang Perpustakaan lantai 2, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI kedatangan Tim dari LIPI yang menyosialisasikan RIN (Repositori Ilmiah Nasional). Dalam sosialisasi ini Tim dari LIPI beranggotakan Ibu Sutarsyah, Ibu Untari dan Bapak Ahmad (pustakawan LIPI) mempresentasikan apa dan bagaimana RIN. Pertemuan yang  dihadiri Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. Dr. Moh. Isom, Kepala Bagian Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Drs. Hefson Arasy M.Pd., pejabat eselon 4 Puslitbang, peneliti, pustakawan, dan pegawai  mendapat antusiasme peserta dengan banyak dan beragamnya pertanyaan yang diajukan kepada Tim LIPI.

Pertemuan yang dibuka Sekretaris ini cukup berharga. “Repositori ini penting khususnya dalam pengelolaan data penelitian. Data penelitian kita itu terserak di mana-mana. Belum terkelola dengan baik. Sesungguhnya kita belum aware dengan data. Padahal data tersebut sangat berharga. Dengan adanya repositori ini, kami menyambut baik”, demikian disampaikan Sekretaris dalam pembukaan acara.  Bahkan Isom turut mengikuti presentasi yang disampaikan Tim LIPI.

RIN menjadi media yang sangat besar dan penting dalam menyimpan row data atau data primer sebuah penelitian yang  telah terpublikasi. Dengan mekanisme yang sudah diatur, data ini dimungkinkan bisa digunakan oleh siapa saja, perorangan atau lembaga yang dapat menghasilkan penelitian baru dengan perspektif yang berbeda-beda. Ini suatu terobosan baru yang cukup menarik. Selain akan menghasilkan kevalidan data, juga data yang disimpan di RIN terjaga keamanannya dan bisa meningkatkan sitasi penulis/peneliti dan pada akhirnya menaikkan eksistensi lembaga.

Tim LIPI mengatakan RIN adalah sarana untuk menyimpan, melestarikan, dan menjamin ketersediaan akses terhadap data penelitian. PDDI merupakan satuan kerja di lingkungan LIPI yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan pengelolaan data, informasi, dan dokumentasi ilmiah dan non-ilmiah. Data penelitian apakah yang dimaksud dalam RIN? Data Penelitian yang dimaksud dalam RIN adalah kumpulan fakta objektif yang dapat berbentuk teks, gambar, rekaman suara atau video, bilangan atau simbol dan dapat dijadikan sebagai dasar empiris untuk penelitian (Perka LIPI 12 Tahun 2016).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan LIPI, perilaku peneliti dalam menyimpan data penelitiannya paling besar adalah di PC, kemudian berturut-turut di external hardisk, USB/flash drive/memory stick, berkas/kertas catatan, CD/DVD, hosting/cloud, fasilitas penyimpanan lembaga, dan lainnya. Dan perilaku peneliti dalam melakukan back up data, paling besar adalah ketika ingat saja. Hal ini  tentu tidak menjamin keselamatan data. Ancaman atau bahaya muncul dengan adanya bencana alam, kerusakan bukan karena bencana alam, dan juga jumlah data tidak sebanding dengan tersedianya penyimpanan.

Karena itu melalui RIN ada beberapa manfaat yang  diperoleh yakni efficiency (mempermudah temu-kembali data), safety (melindungi data berharga), quality (menjaga kualitas data), reputation (meningkatkan visibilitas penelitian dan reputasi individu dan institusi), dan compliance (kepatuhan terhadap kode etik, kebijakan pemberi dana).  (HAR/bas/ar)