Close

Pejabat Eselon III Kuat, Unit Kerja Baik

Ciputat (10 Mei 2019). Pejabat struktural eselon tiga mempunyai peran strategis dalam sebuah unit karena di sinilah pekerjaan itu bertumpu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Saeroji pada kegiatan Penutupan Diklat PIM III Angkatan 14, 15, dan 16 Mahkamah Agung RI yang bekerjasama dengan Kementerian Agama di Kampus Pusdiklat, Jumat (10/05).

”Jika pejabat eselon tiga kuat, maka unit kerja tersebut pasti akan berjalan dengan baik. Semua itu berada di tangan Bapak/Ibu sebagai pejabat struktural eselon tiga yang berada pada jenjang middle manajer. Tugas pada level ini ialah berkomunikasi dengan atasan dan membina bawahan,” tutur Kapus.

Lebih lanjut, Kapus berharap agar ilmu yang didapat selama pelatihan dapat diterapkan dan meningkatkan kualitas kerja di tempat tugasnya masing-masing.

“Diklat Kepemimpinan ini diharapkan mampu memantapkan para peserta menjadi seorang manajer yang handal. Karena selama tiga bulan, peserta ditempa untuk membangun sebuah komunikasi antara bawahaan dan atasan yang kemudian disusun dalam tim efektif. Tentu saja ini bisa diterapkan di tempat kerja masing-masing,” tutur Kapus Saeroji.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Muh. Daming Sanusi. Ia mengatakan bahwa ilmu pengetahuan yang didapat selama diklat merupakan salah satu bekal sebagai penunjang dalam pencapaian visi misi Mahkamah Agung demi terwujudnya badan peradilan Indonesia yang agung.

“Saya bangga kepada peserta karena telah berhasil menyelesaikan Diklat PIM III ini dan mendapat predikat tokoh perubahan,” ujarnya.

Daming pun mengimbau agar peserta diklat menyampaikan proyek perubahan, menularkannya, dan mengembangkannya di tempat kerja bahkan di tengah masyarakat. Selain itu, Daming mengingatkan agar proyek perubahan disampaikan dengan cara yang tepat agar berhasil dan efektif.

Beliau juga berharap agar proyek perubahan yang telah dilaksanakan  memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja di tempat tugasnya masing-masing.

“Semoga proyek perubahan dapat diterapkan sebagai suatu sistem dalam penyelengaraan pemerintahan yang baik, serta memberikan solusi nyata kepada MA dan Badan Peradilan di bawahnya,” tutup Daming Sanusi.

Diklat berlangsung selama tiga bulan, 27 Januari-10 Mei 2019. Peserta terdiri dari tiga angkatan dengan jumlah 120 orang yang berasal dari 4 lingkungan peradilan. Angkatan 14 dan 15 berada di Pusdiklat Tenaga Administrasi, sedangkan Angkatan 16 di BDK Jakarta.

The Best Five dari tiga angkatan adalah Angkatan XIV: Bram Fahmi, Zosmel Zuli, Yardie David Roringkon, Wirdoyo Dwi Astono, dan Purwadi; Angkatan XV: Yudistira Adi Pinto, Adri, Misran, Harsono Pulu Rahman, dan Hj. Farida; Angkatan XVI: Siti Maratu Ulfah, Rini Setiawati, Puji Setiawan, Umi Rofiqoh, dan Shoheh.[]

RS/diad