Close

Serunya Bibliobattle Pertama di Badan Litbang dan DIklat Kemenag RI

Jakarta (16 Mei 2019). Di hari yang cerah, di Ramadhan Karim  bulan yang penuh berkah, Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI  hadir dengan nuansa baru dan ceria. Tepatnya di lantai dua ruang sidang perpustakaan,  sebuah acara yang atraktif, yang mengundang rasa penasaran dan ingin tahu peserta digelar untuk pertama kalinya. Sebuah acara me-review buku yang diikuti oleh lima presenter yang berasal dari unit eselon satu di Kementerian Agama RI (15/5).

Kepala Bagian Umum dan Perpustakaan Anshori mengapresiasi dan membuka acara yang baru pertama kali digelar  di perpustakaan. Mengutip ungkapan Kyai  Haji Quraisy Syihab ”Jangan hanya banyak membaca tetapi juga harus banyak memahami,” begitu ungkapan yang disampaikan. Tentu ini sangat terkait sekali dengan anjuran dalam agama Islam untuk Iqro’, banyak membaca dan memahami.

Siapa sajakah para peserta Bibliobattle? Mereka adalah Dewi Indah Ayu Diantiningrum mewakili Badan Litbang dan Diklat, Subhan Nur dari Bimas Islam, Hamdan Yuwafi  dari PKUB, Retno Dwi Ningsih dari BPJPH, dan Ida Ayu Sri Sihiti dari Bimas Hindu. Apa sajakah buku yang di-review. Ini dia, ada  Ensiklopedia Juz Buah dan Sayuran untuk Pengobatan karya Abednego Bangun, Atomic Habits karya James Clear, Buku Sastra Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Energi Ilahi Tilawah karya Subhan Nur (uniknya presenter ini membawakan buku karyanya sendiri dan cukup menarik perhatian penonton), dan Novel Ayah karya Andrea Hirata.

Apa sih Bibliobattle itu? Bibliobattle adalah permainan me-review buku yang dikembangkan oleh Graduate School of Informatics di Universitas Kyoto Jepang. Permainan ini booming di Jepang sekitar tahun 2013 dan sudah menyebar di seluruh dunia. Orang yang menyajikan buku dalam Bibliobattle disebut Bibliobattler atau presenter buku.

Bibliobattle merupakan kompetisi me-review buku yang telah dibaca dalam waktu terbatas. Review buku disampaikan secara lisan tentang isi buku yang paling menarik supaya audiens juga berkeinginan mengetahui isi lengkap buku yang dimaksud. Bibliobattle mempunyai motto yaitu Know People through Books, Know Book Through People  (Mengenal orang melalui buku, mengenal buku melalui orang).

Bagaimana dengan penampilan peserta Bibliobattle kali ini? Luar biasa penampilan para presenter. Satu persatu presenter  menampilkan buku yang dibacanya.  Waktu lima menit yang disediakan bagi tiap presenter untuk menyampaikan buku yang dibacanya memang terasa kurang. Namun demikian, hal ini malah membuat penasaran penonton untuk membaca buku yang dimaksud. Sebagian presenter mampu menyampaikan dengan baik apa yang dibacanya bahkan mampu mencuri perhatian penonton. Ini terlihat dari antusiasme penonton memanfaatkan waktu dua sampai tiga menit untuk tanya jawab dengan presenter.

Acara ini menjadi pengalaman berharga bagi presenter untuk berbagi cerita dan pengetahuan tentang buku yang dibacanya. Demikian pula  hal ini menambah wawasan dan pengetahuan tentang buku tersebut bagi para penonton. Ini adalah ajang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antara sesama presenter dan juga penonton.

Keseruan acara Bibliobattle  bertambah dengan hadirnya di tengah-tengah penonton Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Moh. Isom. “Saya mendukung penuh acara ini. Bibliobattle ini diharapkan bukan hanya diikuti oleh antar eselon satu tapi juga bisa diadakan di eselon dua. Dan kalau bisa acara ini dirutinkan, bisa setiap bulan sekali. Ini adalah ajang Knowledge Sharing yang bagus,” demikian disampaikan  dalam kata sambutannya. Bahkan Isom mengikuti acara ini sampai selesai termasuk turut memberikan kenang-kenangan dan berfoto bersama dengan  para presenter. (HAR/bas/ar)

 

(Foto by Syarah)