Close

LKKMO Siap Susun Penilaian Buku Pendidikan Agama

Jakarta (29 Mei 2109). Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (PLKKMO) selenggarakan kegiatan Persiapan Penilaian Buku Pendidikan Agama dan Keagamaan Pada Sekolah dan Madrasah di Hotel Sofyan Jakarta, Rabu (29/05).

Penilaian Buku Pendidikan Agama (BPA) terselenggara sesuai amanat dari SK Kepala Badan tentang Pedoman Penulisan, Penilaian, dan Penerbitan Buku. Kegiatan ini memfokus pada review instrument dan pembahasan tugas dan fungsi tim adhoc penilaian buku.

Dalam sambutannya, Kapuslitbang LKKMO Zain menyampaikan bahwa sejarah perkembangan pemikiran manusia membuktikan bahwa karakter dan cara berpikir seseorang ditentukan oleh jenis dan ragam buku bacaan yang dimilikinya. Dengan kata lain, buku bacaan sebagai sumber pengetahuan menempati posisi penting sebagai salah satu fondamen bangunan kehidupan manusia.

“Eksistensi buku sangat penting karena karakter keberagamaan manusia bergantung pada teks. Cara berpikir seseorang juga berdasarkan buku-buku yang pernah dibacanya. Misalnya seseorang memiliki pola pikir cenderung spiritual, memerhatikan harmoni dan  keseimbangan hidup, kemungkinan  besar sering membaca buku karya Imam al-Ghazali yang sangat masyhur, yaitu kitab Ihya Ulumuddin,” ujar Kapuslitbang.

Konsep al-Ghazali ini dielaborasi lebih jauh oleh Prof. Eric Ormsby, dalam disertasinya Theodicy in Islamic Thought: The Dispute Over Al-Ghazali’s Best of All Possible Worlds. Jika dia kritis, maka mungkin sering membaca bukunya Karl Max Das Capital, Friedrich Nietzsche Zarathustra, Martin Heidegger, para pemikir eksistensialisme, dan lain-lain.

Dalam konteks ini, Zain memberikan stressing pada arti penting kegiatan penilaian buku agar siswa yang membacanya mendapat ilmu yang mencerahkan dalam hidupnya. Terakhir juga disampaikan beberapa catatan pinggir terkait dengan kegiatan penulisan dan penilaian buku yang diselenggarakan oleh Ditjen Pendis. Diantaranya adalah perlunya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (EYD), kutipan ayat dan terjemahan ayat suci Alquran mengikuti Mushaf Alquran Standar Indonesia, penggunaan hadis-hadis yang mengajak umat menjalani hidup lebih optimis, penyebutan nama tokoh-tokoh ulama sufi dan ilmuwan Islam yang benar dan lengkap, perlu up date data sejarah peradaban Islam, kurangnya informasi yang mendalam tentang peran penting Walisongo dalam penyebaran Islam di Jawa, penyebutan nama kerajaan Balanipa, Mandar, Kota Soppeng, Raja Gowa tahun 1562-1565 (Tomapa’risi Kallonna keliru), peran penting Nahdhatul Ulama dan  Muhammadiyah dalam perjuangan kemerdekaan dan  ditulis sangat sedikit dan tidak proporsional.

Tampil sebagai narasumber adalah Dr. Nurhattati dan Dr. Andy Hadiyanto keduanya berasal dari Universitas Negeri Jakarta. Narasumber pertama menjelaskan secara detail delik-delik tugas dan fungsi masing-masing bagian yang ada dalam organisasi penilaian seperti tugas dan fungsi dari tim adhoc yang akan diangkat, Panitia Penilaian sebagai Pelaksana teknis kegiatan penilaian dan Tim penilai  buku.

Selain itu, dijelaskan pula tentang pedoman penilaian BPA dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam penulisan buku guru dan buku murid. Narasumber kedua memberikan penjelasan tentang persyaratan standar pelayanan, lingkup standar pelayanan, dan tanggapan terhadap buku pedoman penilaian. Kegiatan berlangsung dengan baik dan serius. Hal ini tampak dari antusiasme peserta dalam mendengarkan pemaparan materi dan memberikan tanggapan atau pertanyaan. Para peserta calon tim adhoc yang berasal dari masing-masing unit Ditjen, Ditjen Pendis, UNJ, UIN Jakarta, BSNP, dan Puskurbuk. []

AS/diad