Close

Kaban: Balllighuu ‘anni Walau Ayat Bukan Tugas Ringan

Bandung (10 Juli 2019). Kabalitbang Diklat Prof. Abd. Rahman Mas’ud memberi arahan dan menutup secara resmi kegiatan Ijtimak Ulama Alquran Tingkat Nasional di Bandung, Rabu pagi (10/07).

Pada kesempatan itu, Kabalitbang Mas’ud menyampaikan bahwa sebagai upaya mengembangkan moderasi agama, ummatan wassatan, umat Islam menghadapi tantangan maraknya fenomena radikalisme.

“Tugas balllighuu ‘anni wa lau ayat bukanlah tugas ringan. Menyampaikan satu ayat guna memberikan pemahaman yang benar bagi umat adalah tugas mulia,” ujar Kabalitbang Mas’ud dalam arahannya.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menghimpun saran dan masukan dari para pakar Alquran  guna perbaikan dan penyempurnaan Terjemahan Alquran Kementerian Agama edisi penyempurnaan serta membahas persoalan aktual yang terkait dengan terjemah, tafsir Alquran, dan kajian mengenai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat yang akan direkomendasikan sebagai bahan kajian di masa mendatang.

Acara berlangsung tiga hari 8 s.d 10 Juli 2019 di hotel El Royal Bandung, Jawa Barat, mengambil tema “Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan”. Diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari para ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Alquran dari unsur Kementerian Agama RI, Majelis Ulama Indonesia, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI, Dosen Perguruan Tinggi Islam, Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren, Asosiasi Ilmu Alquran, dan Pusat Studi Alquran.

“Dengan mengupdate terjemahan Alquran 2019 yang lebih ramah dan tidak diskriminatif, maka perlu kolaborasi antara ulama dan umat untuk bahu-membahu mempromosikannya,” tutup Kabalitbang Mas’ud. []

diad/diad