Close

PENGKAJIAN DALAM RANGKA PEMETAAN KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA DI KOTAMADYA SEMARANG

PENGKAJIAN DALAM RANGKA PEMETAAN KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA
DI KOTAMADYA SEMARANG

Oleh: Asnawati dan H. Ibnu Hasan Mukhtar
47 halaman

Departemen Agama RI
Badan Penelitian dan Pengembangan Agama
Proyek Penelitian Keagamaan
Jakarta 1998/1999

Sebagai bangsa yang memiliki aneka ragam agama dan budaya, kerukunan hidup beragama merupakan suatu prasarana yang amat penting bagi terciptanya persatuan dan kesatuan nasional, agar pembangunan dapat berjalan lancar dan sukses menghantar bangsa Indonesia menuju terciptanya cita-cita masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan bathin. Sementara itu kenyataan yang dialami oleh sebagian besar bangsa Indonesia; akhir-akhir ini menunjukkan banyak aksi kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat, apalagi dengan melibatkan simbol agama. Dengan kata lain terjadi kerusuhan bahkan dengan melakukan perusakan berbagai rumah ibadah atau melakukan penodaan kegiatan ritual keagamaan. Hal ini berarti bahwa agama dapat digunakan oleh para pemeluknya sebagai sekat pemisah antara pemeluk agama lain.
Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan "Pola Kerukunan" yang diciptakan masyarakat untuk kebutuhan wilayah tempat tinggal mereka antara lain; 1. Memperoleh gambaran tentang "Pola Kerukunan" beragama yang aktual terjadi pada masyarakat; 2. Mengidentifikasikan faktor pendukung dan penghambat untuk terwujudnya kerukunan hidup beragama.
Metode Pengumpulan Data pada kajian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah, Kepala KUA kecamatan Candi Sari, Bapak Achmad Pon selaku kepala Kelurahan Candi, Tokoh Masyarakat/Agama dan beberapa responden sebagai masyarakat biasa. Sedangkan observasi dilakukan dalam pengumpulan data di lingkungan Rw. 03 yang berkaitan dengan kehidupan beragama masyarakat serta bagaimana berintegrasi dan interaksi dalam struktur kegiatan pola kehidupan sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukan dalam peristiwa perkawinan antar agama, masyarakat Candi ada yang tetap mempertahankan keyakinannya masing-masing. Tidak ada paksaan kepada pasangan hidupnya, karena lebih mementingkan kehidupan yang harmonis dan dinamis. Bahkan ketika terjadi dalam anggota keluarganya penyeberangan pada keyakinan, pihak lain dapat menerimanya dengan penuh pengertian tanpa ada pertentangan, permusuhan dan ketegangan dalam keluarga.
Hasil penelitian menyarankan untuk tetap terjaganya pola kerukunan yang telah ada, di harapkan kepada para tokoh agama/ulama untuk lebih meningkatkan kualitas kerukunan dan ketakwaan dari ajaran agama mereka masing-masing.***