Close
building

Kabadan Lantik 32 Pejabat Eselon IV Pusat dan Daerah

Jakarta (24 November 2016). Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D., melantik 32 pejabat eselon IV Pusat dan Daerah di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Seremonial pelantikan digelar di ruang serba guna, Gedung Kementerian Agama, Jl. MH.…

JURNAL HARMONI NOMOR 1 VOLUME 15 JANUARI-APRIL 2016

Argumentasi utama dalam jurnal Harmoni kali ini adalah bahwa kemajemukan atau pluralitas tidak selamanya negatif. Ibarat pedang bermata dua, konflik di satu sisi dapat menimbulkan pertentangan sementara sisi lain ia memperkuat harmoni atau kerukunan masyarakat. Bahkan, harmoni tercipta manakala masyarakat dapat mengelola kemajemukan di antara mereka. Dalam perspektif…
building

Badan Litbang dan Diklat Kekurangan Pegawai

  Yogyakarta (8 November 2016). “Ada beberapa hal yang harus dijadikan perhatian khusus dalam upaya memperkuat kapasitas kelembagaan Badan Litbang dan Diklat, diantaranya terkait kekurangan pegawai di lingkungan Badan Litbang dan Diklat,” ujar  Rohmat Mulyana Sapdi, Sekretaris Badan litbang dan Diklat Kementerian Agama.…
building

Kementerian Agama Emban Tugas Pendidikan di Indonesia

Yogyakarta (9 November 2016). “Dana APBN di Indonesia yang mencapai triliyunan, sekitar 20 persennya dialokasikan untuk pendidikan. Kementerian Agama beserta Kementerian Pendidikan serta Kementerian Ristek dan Teknologi mengemban tugas penting untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia,” ujar Prakoso, Sekretaris Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian…
building

Kabadan: Pemanfaatan Hasil Penelitian Harus Memenuhi Target

Yogyakarta (8 November 2016). Hasil penelitian Badan Litbang dan Diklat harus memenuhi target yang sudah ditetapkan. Selama ini kita sudah banyak melakukan penelitian dengan berbagai tema dan objek, serta banyak hal yang menjadi temuan baru di setiap penelitian yang telah kita lakukan. Namun, hasil-hasil…
building

PERLU AKTOR NON PEMERINTAH DALAM MENGATASI EKSTRIMISME

  Jakarta (3 November 2016). Radikalisme agama berkembang karena pemahaman yang dangkal serta minimnya nilai-nilai spiritual dalam beragama. Agama dipahami secara parsial, teks-teks agama dipisahkan dari konteksnya. Fenomena radikalisme dan ekstrimisme bukan merupakan representasi dari Muslim mayoritas Indonesia yang toleran, ramah, dan penuh senyum (smiling Islam).…
building

Kunjungan Norwegia: Bagaimana Minoritas Berdampingan dengan Mayoritas?

Jakarta (1 November 2016). Kepala Badan Litbang dan Diklat (Kabadan) Kementerian Agama, Prof. Abd. Rahman Mas’ud, Ph.D menerima kunjungan delegasi Interfaith Norwegia, Selasa (1/11). Ini merupakan kali kedua delegasi tersebut bertandang ke Badan Litbang dan Diklat, Jl. M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.