Close

Hadiri Pentaloka Pusdiklat Teknis, Menag: “Jadilah ASN Yang Gaul!”

Bogor (4 April 2017). Demi mewujudkan role model dalam meningkatkan kompetensi, sekaligus menanamkan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan menyelenggarakan Penataran dan Lokakarya (Pentaloka) “Pendidikan Karakter dan Internalisasi 5 Nilai Budaya Kerja”, Selasa (4/4). Kegiatan yang bekerja sama dengan ESQ165 ini bertempat di Hotel Salak Heritage berlangsung selama tiga hari dari tanggal 4 s.d 6 April 2017.

Pentaloka diikuti oleh 45 orang peserta, terdiri atas 11 Pejabat Eselon II Pusat, 34 Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Kepala Pusat di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat, serta 14 Kepala Balai Diklat Keagamaan. Selain itu, widyaiswara Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan turut hadir.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menginternalisasi karakter positif yang menerapkan 3 Nilai Revoluasi Mental dan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama. Selanjutnya tentu saja untuk membangun komitmen bersama untuk menjadi pemimpin berkarakter yang memberi dampak positif kepada lembaga dan pegawai yang ada di unit kerjanya”, ujar Kepala Pusdiklat Teknis Dr. H. Mahsusi, M.Pd dalam laporannya.

Dalam sambutannya, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berpesan agar ASN Kementerian Agama harus bersyukur karena mendapat kesempatan yang mulia, dipercaya mengelola institusi yang bergerak dalam bidang keagamaan. Peluang ini tidak dimiliki semua orang, maka perlu disyukuri.

“Indonesia merupakan negara yang religius. Agama mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia, dan itu dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila. Hal ini menempatkan agama pada posisi yang tidak saja mulia, tapi juga sebagai pemersatu di tengah keragaman yang ada. Di era mendatang, harapan dan tuntutan masyarakat akan semakin besar karena masalah agama pun semakin kompleks. Untuk itu, sejak beberapa tahun lalu, Kementerian Agama telah berupaya menanamkan nilai-nilai positif yang hingga kini terus diinternalisasikan terhadap ASN, yaitu 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang terdiri atas Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan”, tegas Menag.

“Kementerian Agama menduduki peringkat yang baik, yaitu sebagai salah satu lembaga yang mampu melaksanakan reformasi birokrasi di Indonesia. Hal ini bukan tanpa sebab, melainkan karena kerja keras dalam upaya mewujudkan Nilai Kementerian Agama”, ucap Menag dalam sambutannya.

“Jabatan yang diduduki sekarang bersifat sementara. Tidak ada kepastian berapa lama kita akan mengemban amanah yang diberikan masyarakat. Oleh karena itu, selama bertugas lakukanlah yang terbaik, minimal bisa mewariskan nilai-nilai positif yang dapat dilanjutkan oleh penerus kita nanti”, lanjut Menag.

Di akhir sambutannya, Menag mengajak seluruh ASN Kementerian Agama menjadi ASN yang gaul; ASN yang tahu mengenai kondisi lingkungannya, paham mengenai apa yang diharapkan, dibutuhkan, dan diinginkan oleh masyarakat. Salah satu media yang kini berperan dalam hal tersebut adalah media sosial. Maka Menag menghimbau kepada ASN Kementerian Agama agar dapat memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di masyarakat. “Kita harus familiar dengan teknologi informasi yang berkembang sekarang, karena sangat membantu dalam pelaksanaan tugas kita”, tutup Menag. []

Diad/diad