Close

Puslitbang Lektur Validasi Terjemah Al-Quran Bahasa Bali

Denpasar (7 April 2017). Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Managemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pekan ini menggelar workshop validasi terjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Bali. Kegiatan tersebut dihelat di Hotel Neo Denpasar.

“Kegiatan validasi ini diarahkan untuk mengecek, melihat secara keseluruhan, secara teliti dan seksama hasil penerjemahan yang sudah dilakukan tahun 2016 kemarin,” ujar Kepala Bidang Manajemen Organisasi, Yasin Ansori, saat upacara pembukaan, Selasa (5/4) malam.

Ia mengatakan, penerjemahan Al-Quran ke dalam Bahasa Bali merupakan satu dari sekian kegiatan yang ada di Puslitbang Lektur. Sampai saat ini, pihaknya telah melakukan penerjemahan Al-Quran ke dalam 15 bahasa daerah.

Menurut dia, penerjemahan ke Bahasa Bali ini unik sekali. Pasalnya, tim penerjemahnya bukan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) seperti UIN, IAIN, dan STAIN. Akan tetapi dari STAI Denpasar. “Ini barangkali satu-satunya kampus swasta yang bekerja sama dengan kami,” ujarnya disambut aplaus peserta workshop.

Ia menambahkan, proses validasi selama 2017 dilakukan hanya dalam waktu empat bulan, mulai April sampai Juli. “Memang sangat simpel. Karena Agustus harus masuk proses pentashihan oleh LPMQ. Itu nggak bisa ditunda karena telah terjadwal. Kalau sampai tertunda, otomatis menunda kegiatan di belakangnya,” tandas Yasin.

Usai validasi, dilanjutkan proses desain selama bulan September. “Lalu, Oktober proses cetak.  Itu kita asumsikan satu bulan selesai. Kemudian November kita akan melakukan audiensi ke Menag dan Gubernur Provinsi Bali,” paparnya.

Kerja maraton ini dilakukan karena terjemahan tersebut akan diluncurkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada awal Desember 2017. “Jadi, tahun ini mutlak selesai. Jadi, proses itulah yang melandasi bahwa kerja kita dikejar waktu, hanya empat bulan,” tandasnya.

Tujuan peluncuran terjemahan ini, kata Yasin, hendak menyampaikan kepada Gubernur Bali bahwa di provinsi yang dipimpinnya sudah ada terjemahan Al-Quran dalam bahasa Bali.

“Beliau rencana akan kami undang saat launching di Jakarta. Setelah di-launching, masyarakat langsung bisa menggandakan untuk sosialisasi,” kata Yasin.

Penerjemahan ke dalam sejumlah bahasa daerah ini, lanjut Yasin, merupakan kerja Kemenag di bidang konservasi budaya. “Jadi hasilnya nanti menjadi milik Kemenag, bukan milik lembaga atau perorangan,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, Selasa-Kamis, 5-7 April2017, ini diikuti delegasi sejumlah ormas Islam, antara lain NU, Muhammadiyah, MUI, peneliti serta para akademisi. []

Musthofa Asrori/diad