Close

Urgensi Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) dalam Pencapaian Tujuan Pembelajaran

OLEH : BASUKI, M.Pd

WIDYAISWARA MADYA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG

 

Abstrak

 

 

 

Upaya mengoptimalisasikan kegiatan belajar-mengajar perlu dilakukan sejak perencanaan hingga evaluasi belajar-mengajar. Untuk itu diperlukan adanya kemauan dan kemampuan guru dalam mengupayakan optimalisasi kegiatan belajar-mengajar. Salah satu optimalisasi dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran penemuan (discovery learning). Discovery learning adalah proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. Sebagai strategi belajaran, discovery learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan problem solving. Pada discovery learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui.Dalam penerapannya Model discovery learning mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan model discovery learning diantaranya membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif, pengetahuan yang diperoleh sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer, menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil. Sedangkan kelemahan discovery learning diantaranya menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berfikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi.

 

 

Artikel lengkap silahkan unduh disini