Close

TAREKAT QODIRIYAH WAN NAQSABANDIYAH DI JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR; Studi Kasus di Kabupaten Jombang

TAREKAT QODIRIYAH WAN NAQSABANDIYAH DI JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR;
Studi Kasus di Kabupaten Jombang

Oleh: Drs. Abdul Mubarok
64 halaman

Balai Penelitian Aliran Kerohanian/Keagamaan
Semarang 2000


Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah telah banyak menyebar di wilayah Indonesia. Penyebaran Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah tersebut antara lain di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Lombok. Buku-buku pengetahuan tentang pemikiran dan amalan tarekat qodiriyah wan naqsabandiyah masih sangat terbatas. Oleh karena itu untuk memperoleh informasi tentang tarekat tersebut diperlukan penelitian. Penelitian yang dilakukan mencakup sejarah, pemikiran, peribadatan, organisasi tarekat, aktivitas, fasilitas, dan hubungan dengan masyarakat sekitarnya.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Rejoso, Jombang, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Deskripsi tersebut meliputi sejarah, pemikiran, peribadatan dan upacara, organisasi tarekat, aktivitas, fasilitas, dan hubungan dengan masyarakat sekitarnya.

Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. Analisa data dilakukan melalui dua tahap, yakni analisa data tahap awal dan analisa data tahap akhir. Analisa data tahap awal dilakukan bersamaan dengan proses pencatatan data di lapangan. Analisa data tahap akhir dilakukan setelah pelaksanaan pengumpulan data, dengan cara mengorganisir data sesuai dengan tipologi yang telah ditentukan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jamaah tarekat ini tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten/Kota se-wilayah Jawa Timur, Madura, sebagian Sumatera seperti Lampung, Bengkulu, sebagian Jawa Tengah (Tegal, Brebes, Purworejo, dan Pekalongan), dan bahkan pernah sampai di daerah Sarawak Malaysia. Pada masing-masing daerah dibentuk kelompok, untuk memudahkan praktek pengamalan ajaran tarekat ini.

Ajaran yang bersifat pemikiran diajarkan kepada jamaah ini, namun tidak begitu dipentingkan. Tarekat ini lebih mementingkan pada aspek pengamalan ajaran dari guru mursyid, terutama maslaah dzikir, baik yang dilaksanakan secara perseorangan maupun secara berjamaah.

Praktek peribadatan yang diamalkan tarekat ini meliputi baiat, dzikir, khususiyah, salat sunnah dan pemberian berkah. Sedang kegiatan di luar peribadatan yang sering dilakukan adalah memperingati hari besar keagamaan Islam dan melakukan ziarah ke makam para wali.

Penelitian ini menyarankan hendaknya pimpinan tarekat menjalin hubungan dengan berbagai pihak, baik dengan pemerintah, sesama jamaah tarekat, dengan organisasi sosial keagamaan Islam serta dengan tokoh agama maupun tokoh masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar hubungan tarekat dengan pihak-pihak terkait lebih akrab dan harmonis.***