Digitalisasi Library Kemenag: Langkah Maju dalam Akses Informasi

1 Mei 2024
Digitalisasi Library Kemenag: Langkah Maju dalam Akses Informasi
Kaban Suyitno (kanan) didampingi Sesban Arskal Salim (kiri) pada kegiatan Orientasi Pengelolaan Perpustakaan yang digelar di Jakarta, Senin 29 April 2024.

Jakarta (Balitbang Diklat)---Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Balitbang Diklat siap melangkah maju dalam digitalisasi perpustakaan. Hal ini diungkapkan Kepala Balitbang Diklat Kemenag, Suyitno, dalam acara Orientasi Pengelolaan Perpustakaan yang digelar di Jakarta, Senin 29 April 2024. 

 

Menurut Suyitno, digitalisasi akan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal akan fokus pada digitalisasi semua produk kelitbangan yang sebelumnya sudah berproses. Produk-produk tersebut akan dikompilasi, digitalisasi, dan diklasifikasikan berdasarkan bidangnya.

 

"Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi masyarakat luas, selain itu juga materi-materi kelekturan dan regulasi, " ujar pria yang pernah Visiting Professor di Goethe Universitat Frankfurt, Jerman ini.

 

Menurut Suyitno, digitalisasi ini juga akan memudahkan pengguna mengakses informasi dengan lebih baik. Rumah dari semua kompilasi ini adalah perpustakaan, dan akan menyediakan aksesnya melalui aplikasi pusaka,

 

Sehingga, lanjut Suyitno, informasi yang tersedia dapat diakses oleh unit Eselon 1 dan bahkan masyarakat secara luas. Digitalisasi perpustakaan ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat secara efektif dan efisien

 

“Dengan semua informasi yang sudah diformat dalam bentuk digital, akses menjadi lebih mudah dan cepat bagi semua pihak," tambahnya.

 

Balitbang Diklat berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi dalam upaya meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat. Digitalisasi perpustakaan merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung visi tersebut. (Barjah/bas/sri)

   

 

Penulis: Barjah
Sumber: Barjah
Editor: Abas dan Sri Hendriani
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI