Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668
Kado Terindah Itu, Buku

Kado Terindah Itu, Buku

Sabtu, 23 April 2022
Kategori : Opini
1585 kali dibaca

Hari ini, 23 April 2022, diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Begitu banyak ucapan berseliweran di media sosial terkait hari buku. Ucapan dan quotes menarik tentang buku muncul silih berganti dalam timeline media sosial yang ada. Tentu saja ini memberikan kesan tersendiri bagi pembaca. Karena kita diingatkan apakah sudah menjadi bagian dari masyarakat yang cinta membaca buku atau juga masyarakat yang literat.

Menilik sedikit sejarahnya, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menciptakan World Book and Copyright Day untuk meningkatkan kesadaran bahwa membaca adalah hal yang sangat penting dan banyak memengaruhi kehidupan. UNESCO mengatakan bahwa melalui membaca kita dapat membuka diri kepada orang lain meskipun jauh, dan kita dapat bepergian berkat imajinasi.  Harapannya melalui peringatan hari buku mendorong kita untuk membaca buku dan mengeksplorasi topik, format, atau genre baru yang tidak biasa. Sehingga aktivitas membaca itu menyenangkan.

Lebih lanjut UNESCO menegaskan bahwa Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia adalah perayaan untuk mempromosikan kenikmatan buku dan membaca.  UNESCO memilih tanggal 23 April karena ini adalah tanggal simbolis dalam sastra dunia, dimana beberapa penulis terkemuka, William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega meninggal. Tanggal ini juga merupakan hari diadakannya Konferensi Umum UNESCO di Paris pada tahun 1995 untuk memberikan penghormatan di seluruh dunia kepada buku dan penulis.

Ya, buku adalah penghubung antara masa lalu dan masa depan, jembatan antar generasi dan lintas budaya. Masyarakat, mulai dari siswa, guru, para pembaca, industri buku dan perpustakaan bersama-sama mengekspresikan kecintaan terhadap buku dan membaca.

Pada praktenya banyak sekali masyarakat yang ingin berbagi sesuatu termasuk berbagi buku. Buku sebagai wadah transformasi ilmu kepada khalayak luas memiliki prestis dan apresiasi sendiri. Ada kebahagiaan dan kebanggaan sang penulis dapat menuangkan gagasan dan pemikirannya dalam sebuah buku. Lalu buku tersebut dihadiahkan ke perpustakaan untuk dapat dikelola dan diakses lebih banyak orang. Ya, buku menjadi hadiah atau kado terindah. Sungguh tradisi berbagi yang sangat baik. Tidak harus menunggu momen hadirnya Hari Buku untuk bisa berbagi informasi kepada orang lain lebih banyak lagi.

Memberikan hasil karya pemikiran dan gagasan apapun dalam sebuah buku yang dihadiahkan kepada perpustakaan merupakan kegiatan yang bermanfaat bahkan memberi kebahagiaan tersendiri. Buku karya seorang penulis yang memenuhi salah satu koleksi perpustakaan mejadi sumber daya koleksi yang mampu menggairahkan budaya membaca dan menulis.

Perpustakaan Kemenag RI mencatat beberapa pemustaka yang menghadiahkan buku karyanya sendiri sebagai khazanah pemikirannya ke perpustakaan. Mereka, baik sebagai pegawai, dosen, peneliti maupun pengunjung perpustakaan dari luar instansi dengan semangat 45 dan wajah berbinar bangga menyampaikan buah pemikirannya ke perpustakaan. Sebuah pola yang lama-kelamaan akan membentuk tradisi yang baik. Menggalakkan semangat membaca, menulis dan berbagi pengetahuan tanpa harus menungu momen hari buku.

“Buku Adalah Teman Duduk Yang Tidak Membosankanmu, dan Penasehat Yang Tidak Mencari Kesalahanmu”. Quote ini setidaknya mengartikan bahwa buku dapat menjadi teman menyenangkan dalam perjalan. Bahkan buku banyak mengandung pelajaran dan hikmah kehidupan yang dapat ditangkap secara lembut dan ramah oleh pembacanya.

Begitu nikmatnya membaca buku meski pada era kini, kecanggihan teknologi mampu mengubah perilaku masyarakat dalam membaca. Buku menjadi lembaran-lembaran elektronik yang dapat dibaca dengan perangkat pintar yang hampir dimiliki setiap orang di dunia. Akankah buku secara fisik, musnah? Penulis masih cinta dan menikmati tiap lembaran sarat makna. Mendekapnya dengan suka hati dan membawanya ke manapun tanpa beban. Tak repot dan ribet untuk sekedar menyentuh atau membuka kembali lembaran yang dirindukannya. Bagaimana dengan pembaca sekalian? []

HAR/diad

 


Sumber :

Penulis : Hariyah

Editor : Dewindah

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP