Simak! Inilah Tiga Alasan Pentingnya Moderasi Beragama

7 Mar 2024
Simak! Inilah Tiga Alasan Pentingnya Moderasi Beragama
Staf Ahli Menteri Agama Bidang Riset Hasanuddin Ali pada Rakornas Moderasi Beragama di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Jakarta (Balitbang Diklat)---Staf Ahli Menteri Agama Bidang Riset Hasanuddin Ali mengungkapkan moderasi beragama tidak hadir dalam ruang kosong. Artinya, banyak sekali landasan-landasan dan alasan kenapa moderasi beragama ini penting.

 

“Ada banyak salah tafsir di antara masyarakat kita, tentang apa itu moderasi beragama. Banyak yang menyebut bahwa moderasi beragama itu adalah salah satu upaya negara untuk mendangkalkan akidah atau keyakinan umat beragama, terhadap agama yang dianut,” ujar Hasanuddin, saat menjadi pembicara pada Rakornas Moderasi Beragama di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

 

Menurut Hasanuddin, tafsir yang ditangkap oleh masyarakat tersebut tidaklah betul. Moderasi beragama justru ada dalam rangka untuk memperkuat dan mengembalikan ajaran agama ke jalan yang lebih tepat.

 

“Semua umat beragama, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia, itu menghadapi problem yang sama, yaitu arus konservatifisme yang semakin menguat di semua agama,” terang Hasanuddin.

 

Urgensi kenapa moderasi beragama hadir di Indonesia, dilandasi tiga tantangan sudah dibuat oleh Pokja moderasi beragama. Pertama, berkembangnya cara pandang dan sikap rakyat beragama yang berlebihan atau ekstrim.

 

“Jadi, kata kuncinya adalah ekstrim berlebihan, dan mengesampingkan martabat kemanusiaan. Kita boleh meyakini bahwa agama kita paling benar, tetapi dalam praktiknya kita harus tetap menghargai martabat kemanusiaan,” tegasnya.

 

Kedua, berkembangnya klaim pembenaran subjektif, dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama, serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik yang berpotensi membentuk konflik. Ini yang sering terjadi di tengah Masyarakat. 

 

“Yang perlu dicatat, ketika saya bicara mayoritas Islam, karena di provinsi atau di daerah di Indonesia wilayah lainnya, yang mayoritas bukan Islam. Dalam konteks negara kita Indonesia tidak ada mayoritas dan minoritas semuanya sama di depan hukum,” imbuhnya.

 

Ketiga, lanjut Hasanuddin, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI. Jadi, menurutnya, masih ada sebagian masyarakat kita yang mempertanyakan hubungan agama dan negara, padahal seperti kita ketahui, para founding fathers sudah selesai dengan hal itu.

 

Negara ini adalah negara bangsa yang berlandaskan pada Pancasila dan NKRI. “Jadi, tiga tantangan inilah yang menjadi landasan moderasi beragama itu penting bagi kita. Ini dalam rangka mencapai tujuan masyarakat yang toleran, harmoni, dan damai,” pungkasnya. (Barjah/bas/sri)

   

 

Penulis: Barjah
Sumber: Barjah
Editor: Abas dan Sri Hendriani
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI