Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668

Mari Satukan Visi Misi Tingkatkan Kualitas Umat Islam

Senin, 12 Maret 2012
Kategori : Berita
425 kali dibaca

Jakarta, (9/3) - Puslitbang Kehidupan Keagamaan menyelenggarakan Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural Intern Pemuka Agama Islam Pusat dan Pemuka Agama Daerah di dua kota di Provinsi Sumatera Selatan yaitu Kota Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin.

 

Acara yang berlangsung pada 6 – 10 Maret 2012 berisikan rangkaian kegiatan sesi dialog/diskusi serta kunjungan ke 6 masjid yang memiliki latar belakang sejarah dan masjid yang telah berhasil mengembangkan aktivitas ekonomi.

 

Dalam sambutannya, Plh. Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan, DR. H. Imam Tholkhah menyatakan bahwa Dialog ini bertujuan membangun jembatan komunikasi yang lebih intensif antar pimpinan ormas-ormas Islam pu¬sat dan daerah dalam rangka menyatukan visi dan misi dalam pengembangan wawasan multikultural di kalangan umat Islam.

Dari dialog ini diharapkan akan tumbuh sikap saling pengertian, menghargai, toleransi, mempercayai, dan keinginan bekerjasama di antara pimpinan ormas-ormas Islam pusat dan daerah.

Beberapa tokoh ormas Islam yang hadir yaitu pimpinan MUI, PUI, PERSIS, Mathla’ul Anwar, NU, Al Irsyad al Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Fatayat NU, Muhammadiyah, Jam’iyyatul Islamiyah, Al Washliyah, dan ’Aisyiyah. Sebagai perwakilan pemerintah, Staf Ahli Menag, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, perwakilan Direktorat Penais Ditjen Bimas Islam dan para peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama juga turut hadir dalam acara tersebut.

Dialog yang dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM mewakili Gubernur Sumatera Selatan menampilkan beberapa narasumber. Narasumber tersebut antara lain Drs. H. Ahmad Syafi’i Mufid, MA, APU dengan judul makalah Merayakan Perbedaan untuk Peradaban: Ukhuwah Islamiyah di Indonesia; dan Dr. H. Abdul Fatah Wibisono dengan judul makalah Muhammadiyah dan Pengembangan Wawasan Multikultural dan Pemberdayaan Ekonomi Umat.

 

 Selanjutnya, Prof. Dr. H. Maidir Harun dengan judul makalah Pengalaman NU dalam Pengembangan Wawasan Multikultural dan Pemberdayaan Ekonomi Umat; Dr. H. Maneger Nasution dengan judul makalah Merawat Ukhuwah Islamiyah (Peran MUI dalam Mengembangkan Ukhuwah Islamiyah Melalui Peningkatan Kesejahteraan Umat); dan Irfan Syauqi Beik, MSc, PhD, dengan judul makalah Peran Perbankan Syariah dan BMT dalam Memajukan Perekonomian Umat.

 

Selain bertujuan mengeratkan jalinan ukhuwah islamiyah, kegiatan ini juga hendak mempertemukan pelaku usaha kecil (mikro) sehingga dapat menjadi contoh pemberdayaan perekonomian umat. Pelaku usaha kecil yang ditampilkan dalam kegiatan ini bertujuan memotivasi pimpinan ormas daerah dalam menggalakkan usaha ekonomi.

Salah satu pelaku usaha ekonomi kecil yang ditampilkan adalah H. Ibrahim. Beliau seorang pengusaha dibidang roti yang terbilang mandiri dan sukses. Usaha yang dirintisnya dari nol, kini memilik banyak karyawan yang juga dididiknya untuk berwira usaha. Pengusaha lainnya yaitu Fauzi, SE (34 tahun), seorang pengusaha muda sukses yang memiliki berbagai bidang usaha, baik penjualan barang maupun jasa.

Dengan ukhuwah islamiyah yang kokoh, akan terbuka jalinan kerja sama yang baik sehingga dengan sendirinya pemberdayaan ekonomi umat dapat dilakukan dengan baik. (sirosy04.com)


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP