Al-Qur’an Bahasa Ternate, Transformasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Masyarakat

10 Des 2024
Al-Qur’an Bahasa Ternate, Transformasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Masyarakat
Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Al-Qur’an Terjemah Bahasa Ternate (Tahap II) di Hotel Emerald Ternate, Senin (9/12/2024).

Ternate (BMBPSDM)---Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama M. Isom mengatakan terjemahan Al-Qur’an ke bahasa Ternate sudah 27 juz. Bulan Desember ini akan selesai 30 juz.

 

“Namun, ini baru draf kasar terjemahan Al-Qur’an bahasa Ternate. Tahun depan ada validasi, uji publik, tashih terhadap Al-Qur’an, dan digitalisasi serta launching,” ujarnya.

 

Hal tersebut dikemukakan Isom pada Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Al-Qur’an Terjemah Bahasa Ternate (Tahap II) di Hotel Emerald Ternate, Senin (9/12/2024).

 

Menurut Isom, terjemahan Al-Qur’an bahasa Ternate punya  kekhasan, yaitu bahasa asli Ternate. Ini suatu keistimewaan yang patut dibanggakan Memakai bahasa asli Ternate, penutur Ternate dengan penduduk asli  ini dalam rangka melestarikan bahasa daerah asli Ternate.

 

“Kegiatan ini harus dituntaskan untuk melestarikan bahasa daerah dan membumikan Al-Qur’an ke bahasa Ternate sesuai dengan pemahaman orang Ternate,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Isom menegaskan bahwa terjemahan Al-Qur’an ke bahasa Ternate ini harus disandingkan dengan para ahli tafsir, ilmu hadis, ahli fikih, dan usul fikih berkordinasi dengan IAIN Ternate. Menurutnya, terjemahan bahasa kadang ada distorsi karena padanan kata tidak bisa sama persis. Penutur asli orang Ternate harus hadir dalam melakukan validasi dan dikonfirmasikan dengan ahli tafsir. Pemaknaan kata juga harus dikonfirmasi dengan ahli tafsif, ahli hadis, fikih, dan usul fikih.

 

“Terjemahan ini jangan sampai terlalu jauh distorsinya. Rambu-rambunya harus kembali ke teks asli Al-Qur’an, sehinga penerjemahannya tidak melenceng. Qur’an bahasanya sangat kaya, para ahli tafsir yang expert di bidangnya berdiskusi dengan para penerjemah. Pemaknaan dan padanannya apa sudah sesuai atau belum, rambu-rambunya, hal-hal yang teologis. Kita berpedoman pada ahli sunnah wal jamaah.  Jangan sampai menimbulkan kontroversi di masyarakat,” tegas Isom.

 

Sementara itu, Rektor IAIN Ternate Radjiman Ismail menyampaikan bahwa kegiatan terjemahan Al-Qur’an bahasa Ternate merupakan program kerja sama IAIN Ternate dengan Puslitbang LKKMO melalui MOU di awal 2024. IAIN ternate diberikan kepercayaan untuk melaksanakan program tersebut.

 

“Menerjemahkan bahasa daerah dalam hal ini bahasa Ternate mencari padanan kata atau kata sepadan dalam bahasa Ternate sudah diselesaikan sampai Juz 27, dan ini harus diselesaikan dalam 3 hari kegiatan FGD ini,” ungkap Radjiman Ismail.

 

Namun, kata Radjiman Ismail, penyelarasan bahasa masih diperlukan. Untuk tahun 2025, kita harus melakukan validasi lagi hasil terjemahan tahun 2024 ini. “Terjemahan ini harus betul-betul menyentuh jiwa masyarakat Ternate dan ini tanggung jawab kita semua. Kita ingin mendekatkan masyarakat Ternate dengan Al-Qur’an dengan cara menerjemahkan Al-Quran ke bahasa Ternate. Mudahan-mudahan pemahaman keagamaan masyarakat Ternate yang bersumber dari Al-Qur’an lebih baik dengan hadirnya Al-Qur’an bahasa Ternate,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Daerah Puslitbang LKKMO Nurrahmah menegaskan bahwa setelah Al-Qur’an bahasa Ternate 30 Juz ini selesai, Rektor IAIN perlu membuat tim baru untuk validasi (tim validasi).Tugasnya membaca ulang hasil terjemahan ini atau mereviu mana yang tepat dan mana yang tidak tepat. Tim ini didampingi tim penerjemah.

 

Terakhir, Nurrahmah yang mengatakan bahwa terjemahan Al-Qur’an bahasa Ternate yang diterbitkan adalah hasil terjemahan yang sudah divalidasi. (Priwahyudi).

 

 

 

Penulis: Priwahyudi
Sumber: Puslitbang Lektur
Editor: Abas
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI