Balitbang Diklat Jajaki Kerjasama Riset dan Pendidikan dengan ICRS UGM

22 Jan 2018
Balitbang Diklat Jajaki Kerjasama Riset dan Pendidikan dengan ICRS UGM

Jakarta (22 Januari 2018). Badan Litbang Diklat Kemenag menjajaki sejumlah kerjasama terkait penelitian dan pendidikan dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) yang berpusat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Penjajakan tersebut dikemas dalam lokakarya Pengayaan Wacana Agama dan Keragaman yang dihelat di lantai 2 Gedung Kemenag Jl. MH. Thamrin No 6 Jakarta, Senin (22/1/18).

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. H. Abdurrahman Mas'ud Ph.D. menyambut baik kedatangan tim dari ICRS. “Saya senang dan berterima kasih kepada British Council dan ICRS yang menginisiasi acara ini. Semoga dari pertemuan ini menghasilkan kerjasama di masa mendatang,” ujarnya.

Pada April 2017, kata Mas’ud, dirinya bersama tim Kemenag hadir dalam pertemuan di Genewa Swiss untuk memperkenalkan program Menag Lukman Hakim Saifuddin tentang moderasi agama. “Saya dua kali hadir di forum itu. Tahun lalu dan empat tahun silam datang ke acara tersebut,” ungkapnya.

Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Muharram Marzuki dalam prolognya mengatakan pihaknya sedang gencar menyosialisasikan kesadaran keberagamaan. Selain itu, juga ketaatan dalam beragama bagi masing-masing pemeluknya.

Sementara itu, Direktur ICRS Siti Syamsiyatun dalam paparannya mengatakan lembaga yang dipimpinnya itu merupakan konsorsium yang melibatkan tiga kampus, yakni UGM, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana. Selama ini ICRS bekerja dalam menumbuhkan kesadaran tentang keragaman.

Konsorsium tersebut, lanjut dia, ingin membangun pendidikan S3 yang memberikan pengayaan terhadap cara pandang terhadap agama. ICRS mencoba menggabungkan kekayaan perspektif yang kita miliki terhadap agama dan keyakinan masyarakat.

“Jadi, kunjungan kami ke sini antara lain bagaimana mensinergikan penelitian dan pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi prioritas di Kemenag dapat kita dukung. Kami juga sangat bersedia dalam kerjasama pendidikan formal untuk meningkatkan kapasitas para peneliti di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kemenag,” tandasnya.

Dari ICRS hadir antara lain Guru Besar UIN Yogyakarta Prof. Dr. Machasin (mantan Kepala Badan Litbang dan Diklat dan Dirjen Bimas Islam Kemenag), Profesor berkebangsaan Amerika Serikat Bernard Adeney Risakotta, dan beberapa anggota tim.

Selain para pejabat eselon 3 dan para peneliti di lingkungan Badan Litbang dan Diklat, hadir juga dalam pertemuan tersebut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Dr. H. Juraidi MA, Direktur Urusan Agama Hindu, dan Direktur Urusan Agama Katolik (Urakat), dan Direktur Urusan Agama Kristen. Diskusi yang berakhir pukul 12.30 WIB tersebut dimoderatori peneliti senior Puslitbang BALK, Hj. Kustini Kosasih. (Ova/bas)

 

 

Editor:
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI