Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668
Direktur Urais dan Binsyar: Puasa adalah Perisai!

Direktur Urais dan Binsyar: Puasa adalah Perisai!

Kamis, 9 Juli 2015
Kategori : Berita
208 kali dibaca

Jakarta (9 Juli 2015). Dalam rangka pembinaan pegawai di bulan Ramadhan, Badan Litbang dan Diklat (Balitbangdiklat)Kementerian Agama selenggarakan Buka Puasa Bersama. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV serta seluruh pegawai unit eselon II dan UPT di lingkunganBalitbangdiklat  diselenggarakan di Rumah Dinas Kepala Balitbangdiklat, Komplek MAN 4 Pondok Pinang, Jakarta Selatan, 8 Juli 2015.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbangdiklat (Kabalitbangdiklat), Abd Rahman Mas’ud, menyampaikanselamat datang di rumah dinas Kabalitbangdiklat.  Lebih lanjut Mas’ud menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan pembinaan pegawai dan silaturahim.  “Apalagi dimoment bulan Ramadhan, kita keluarga besar Badan Litbang dan Diklat dapat bertemu untuk buka puasa bersama, tidak dapat ditemukan selain bulan Ramadhan,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas buka puasa bersama ini menghadirkan narasumber Muchtar Ali, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.  Dalam tausiyahnya yang bertema “Pembelajaran (durus) Ramadhan,” ia menyampaikan bahwa sebagai muslim yang beriman, sejatinya ada hubungan antara peribadatan dengan perilaku. “Dalam hadits dikatakan Ashshumu Junnah, Puasa itu Junnah (benteng atau perisai).  Tentu benteng dari perbuatan yang tidak baik, perkataan kotor, melihat yang tidak baik, dan sebagainya. Kita dapat bertanya kepada diri kita masing-masing, sudahkah kita memanfaatkan dengan baik mengisi Ramadhan yang telah 20 hari ini?  Adakah bekas (atsar) kepada perilaku kita? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing,” paparnya.

Menurut Mukhtar, Setidaknya ada pembelajaran puasa Ramadhan, diantaranya bertambah malunya kepada Allah SWT, yakni malu belum maksimalnya melaksanakan perintah-Nya.  “Pembelajaran lainnya adalah adanya sikap menolong sesama, tanpa membedakan agama dan memiliki kedekatan dengan orang miskin, anak yatim, dan janda tua untuk memenuhi kebutuhan mereka melalui zakat atau sedekah,”pesannya.[]

hb/viks/ags


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP