Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668
Guru di Perbatasan, Pahlawan Sesungguhnya 2

Guru di Perbatasan, Pahlawan Sesungguhnya 2

Selasa, 29 Maret 2016
Kategori : Berita
57 kali dibaca

Pontianak (29 Maret 2016). Para  pendidik yang bertugas di wilayah perbatasan, sesungguhnya mereka adalah para pahlawan bangsa. “Disadari atau tidak, Anda para pendidik yang bertugas di wilayah perbatasan adalahthe real heroes”.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. Abd. Rahman Mas’ud, Ph.D. saat memberikan sambutan di hadapan peserta Workshop Penyusunan Modul Pendidikan Agama Berbasis Nilai-Nilai Kebangsaan yang diinisiasi oleh Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, 29 Maret – 1 April 2016.

 

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, diikuti oleh perwakilan guru agama yang bertugas di wilayah perbatasan. Mereka berasal di antaranya dari Jagoi Babang, Paloh, Sambas, dan wilayah lain yang berada di wilayah perbatasan di Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh para pengawas guru agama dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang dan Diklat mengingatkan kepada para peserta bahwa ancaman kedaulatan bangsa saat ini berasal dari derasnya arus globalisasi yang berdampak pada derasnya arus informasi global yang membanjiri wilayah kedaulatan NKRI.

 

“Globalisasi dengan keterbukaan informasinya telah membawa kita pada kondisi dimana sekat-sekat kebangsaan yang semakin menipis. Globalisasi telah membentuk semacam global villages dimana sekat kebangsaan menjadi memudar, boarderless,” demikian ujarnya. 

 

Namun demikian, meskipun globalisasi menjadi ancaman yang cukup serius bagi ketahanan bangsa, Mas’ud tetap mengingatkan bahwa permasalahan perbatasan juga menyimpan potensi ancaman yang tidak kalah seriusnya. “Oleh karenanya, peran Bapak-Ibu sebagai guru agama di wilayah perbatasan menjadi sangat penting”, tegasnya. “Bapak-Ibu-lah yang menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan pembelaan terhadap NKRI kepada anak didik di perbatasan”, lanjutnya.

 

Di akhir sambutannya, Mas’ud menggarisbawahi bahwa kegiatan penyusunan modul pendidikan agama yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan yang sedang diinisiasi oleh BLA Semarang merupakan langkah yang sangat strategis. “Kami berharap modul yang sekarang disusun selain dapat menjadi panduan bagi para pendidik agama di wilayah perbatasan, juga dapat memberikan tambahan semangat bela negara,” harapnya.  (AGS/Bas)

 


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP