Kaban Suyitno Inisiasi Perjanjian Kerjasama LPMQ dengan 30 Dekan PTKIN

3 Mar 2023
Kaban Suyitno Inisiasi Perjanjian Kerjasama LPMQ dengan 30 Dekan PTKIN
Kaban Suyitno dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Balitbang dan Diklat dalam Memperkuat Kemitraan LPMQ dan Kajian Al-Quran, di Bandung, Kamis, (02/03/2023).

Bandung (Balitbang Diklat)---Kepala Badan (Kaban) Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof. Suyitno, menginisiasi penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerjasama antara Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ), Balitbang dan Diklat, Kemenag RI dengan 30 Dekan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Acara diselenggarakan di Bandung, Kamis, (02/03/2023).

Mengawali sambutannya, Kaban mengatakan, Ushuluddin adalah Fakultas yang penting karena di dalamnya dikaji ilmu Ushul atau ilmu-ilmu pokok agama Islam. Karenanya, tidak boleh dipandang sebelah mata dan berdampak pada menurunnya minat mahasiswa belajar di Ushuluddin.

"Fakultas Ushuluddin harus kita perhatikan secara khusus. Ada prodi-prodi penting di fakultas ini yang mengkaji ushul atau dasar-dasar agama Islam. Jangan dipandang sebelah mata, akibatnya Fakultas Ushuluddin terancam kurang peminat,” Jelas Kaban Suyitno dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Balitbang dan Diklat dalam Memperkuat Kemitraan LPMQ dan Kajian Al-Qur'an, di Bandung, Kamis, (02/03/2023).

Menurut Kaban, produk-produk dan layanan LPMQ sudah terbukti dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti layanan Pentashihan Al-Qur'an. Maka, sudah saatnya Fakultas Ushuluddin bersinergi dengan LPMQ, selain untuk meningkatkan mutu pendidikan juga sebagai wujud pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat.

"Mari kita jawab dengan jujur, apakah selama ini kita bekerja untuk masyarakat atau diri sendiri? Sebagai dosen, kita mengajar digaji negara, melakukan penelitian dibiayai negara, pengabdian masyarakat juga ada biayanya dari negara. Semuanya dari kita, untuk kita. Belum dari kita untuk umat," seru Kaban Suyitno.

"Nah, produk-produk layanan LPMQ semuanya untuk umat. Ilmunya dijariyahkan. Bahkan untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, seperti Mushaf Al-Qur'an Braille untuk Tunanetra dan Mushaf Al-Qur'an Isyarat untuk kaum Tuli," tambanya.

Selain itu, melalui MoA dengan LPMQ kita berharap Fakultas Ushuluddin, khususnya prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT), yang sudah dianggap langka menjadi tidak langka lagi. Menjadi dikenal masyarakat dan mereka butuhkan, karena kita bersama-sama mempromosikan.

"Ilmu tafsir adalah ilmu yang langka dan minim peminat. Mungkin karena masyarakat tidak tahu. Kita yang berkewajiban menyosialisasikan agar mereka tahu,” Kata Kaban.

Secara konkrit, untuk menghidupkan kajian ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Kaban akan menyuarakan agar mahasiswa prodi IAT memperoleh bantuan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selanjutnya, Kaban mengajak seluruh instansi di bawah Kemenag, termasuk PTKIN, untuk saling sinergi dan bekerjasama, tidak lagi mengedepankan ego sektoral, tetapi saling bantu satu dengan yang lain atau yasuddu ba'dhuhum ba'dhan.

"Ibarat kereta api, boleh jadi kita berbeda gerbong, tapi tetap dalam satu rangkaian, satu masinis, satu tujuan, dan akan berhenti di stasiun tertentu atau stasiun akhir.  Tidak bisa turun semau-maunya. Stasiun itu adalah milestone. Marilah saling bekerjasama," tegas Kaban.

Terakhir, Kaban menyinggung soal transformasi kelembagaan, di mana Balitbang dan Diklat akan berubah menjadi  Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BMBPSM). Dan LPMQ tidak lagi di bawah Balitbang dan Diklat semata agar semakin meningkat.

"Sudah saya pikirkan. Saya mengikhlaskan LPMQ lepas dari Balitbang. Ini demi perkembangan LPMQ yang lebih baik. Dan kita sudah terbiasa melepaskan aset; peneliti pindah ke Badan Riset Nasional (BRIN), menyusul LPMQ yang akan lepas," ujarnya disambut senyum tipis peserta kegiatan.

"LPMQ harus berkembang lebih pesat dari sekarang. Rumah Balitbang sudah terlalu sempit. Ibarat anak, LPMQ sudah layak mandiri dan membuat rumah sendiri,” pungkas Kaban Suyitno. (Bagus Purnomo/barjah/bas).

Penulis: Bagus Purnomo
Editor: Barjah/Abas
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI