Kemenag Bangga Miliki MOOC, Jangkau Ratusan Ribu Peserta

16 Nov 2023
Kemenag Bangga Miliki MOOC, Jangkau Ratusan Ribu Peserta
Kaban Suyitno diwawancarai awak media di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

Jakarta (Balitbang Diklat)---Pelatihan berbasis digital melalui Massive Open Online Course (MOOC) Pintar merupakan bagian dari program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pelatihan yang dirancang dengan learning system yang mudah, cepat dan aksesibel. Dengan MOOC tersebut mampu menjangkau ratusan ribu peserta. 

 

“Selain perhitungan efisiensi, dengan kepesertaan yang besar juga memberikan manfaat yang besar untuk organisasi Kementerian Agama,” ujar Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. Suyitno, saat media gathering Balitbang Diklat, di Jakarta, Kamis (16/11/2023). 

 

“Dari target 3,5 juta orang yang harus dilatih setiap tahunnya oleh Kementerian Agama, rata-rata yang dapat dilatih hanya sekitar 7200 orang. Hal ini menandakan pentingnya transformasi digital sebagai solusi dari permasalahan tersebut,” terang Suyitno.

 

Maka, kata Suyitno, kalau kita hitung yang angkanya 3,5 juta orang, harus didiklat setiap tahunnya, ASN itu sampai pensiun pun tidak akan mendapatkan pelatihan, karena kesempatan sangat lebih lama. Itulah yang kemudian mengapa kita melakukan transformasi digital pelatihan. 

 

Di hadapan puluhan awak media tersebut, Suyitno mengungkapkan rasa optimisnya dengan MOOC, ASN dapat meningkatkan kompetensinya. Kementerian Agama yang adaptif dengan perubahan, maka kualitas layanan kepada masyarakat juga pasti akan lebih baik lagi.

 

Balitbang Diklat, lanjut Suyitno, memiliki dua tusi utama yaitu di bidang pendidikan dan agama. Menurutnya, hal itu menjadikan "dapur" dari Kementerian Agama, karena memiliki peran dalam mengawal seluruh kebijakan di kementerian tersebut, baik dalam bidang pendidikan maupun agama.

 

“Dengan fungsi kelitbangan dan kediklatan, Balitbang Diklat Kementerian Agama memiliki perbedaan dengan fungsi yang sama di Kementerian lain. Perbedaan tersebut, tidak hanya memberikan pendidikan dan pelatihan kepada ASN saja, tetapi juga kepada tokoh agama, lembaga keagamaan, dan tokoh masyarakat,” imbuhnya. (Rifqi Fauzi/Barjah/bas)

   

 

Penulis: Rifqi Fauzi
Sumber: Rifqi
Editor: Barjah dan Abas
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI