Kenangan Sederhana untuk Budaya Literasi (3)

15 Jan 2020
Kenangan Sederhana untuk Budaya Literasi (3)
Foto: Filman Ghaida

Jakarta (14 Januari 2020). Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama melalui perpustakaan untuk ketiga kalinya memberikan apresiasi kepada pemustaka atau disebut juga Pemustaka Award. Apresiasi ini diberikan kepada pemustaka yang cukup maksimal memanfaatkan koleksi di perpustakaan. Kriteria diberikan kepada mereka yang paling banyak meminjam buku di perpustakaan selama tahun 2019 lalu.

Siapakah pemustaka ini? Nama lengkapnya Ma’rifatus Saádah. Ia adalah pegawai pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Ma’rifah memang memiliki hobi membaca. Dalam aktivitas pekerjaannya selalu menyempatkan diri untuk datang ke perpustakaan untuk membaca serta meminjam buku-buku perpustakaan. “Saya senang membaca dan buku-buku yang saya pinjam dari perpustakaan ini menambah wawasan dan ilmu pengetahuan saya,” terang Ma’rifah saat berbincang dengan pustakawan Balitbangdikat.  

Dalam kesempatan ini Kepala Bagian Umum dan Perpustakaan, Bapak Anshori, memberikan kenang-kenangan kepada pemustaka tersebut sebagai apresiasi karena telah memanfaatkan koleksi perpustakaan dengan baik.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Mba Ma’rifah yang telah memanfaatkan koleksi perpustakaan. Teruskan semangat membacanya. Semoga menular kepada pegawai yang lainnya untuk gemar dan membudayakan membaca,” demikian yang disampaikan Anshori saat memberikan kenang-kenangan dan berfoto bersama dengan pemustaka tersebut.

Perpustakaan sebagaimana sudah diketahui memiliki fungsi edukasi dan rekreasi. Di sinilah peran perpustakaan memberikan edukasi dan rekreasi tersebut. Beberapa bacaan yang menjadi koleksi perpustakaan, selain adalah subjek dari ilmu-ilmu sosial keagamaan, juga adalah bacaan-bacaan popular yang menyegarkan dan menyenangkan.

Bahan bacaan seperti ini juga menambah informasi dan pengetahuan pemustaka yang pada gilirannya akan membantu mencerdaskan  kehidupan bangsa. Bacaan inilah bagian dari peningkatan budaya literasi.

Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama akan terus berbenah. Diantara yang cukup penting dilakukan adalah bagaimana memberikan layanan yang prima kepada pemustaka. Bagaimana agar pemustaka terpenuhi kebutuhan informasinya dan bagaimana agar koleksi perpustakaan diakses dan dimanfaatkan secara optimal. Semoga apresiasi ini menjadi salah satu cara mewujudkan dan memberikan kesan akrab dan melayani kepada para pemustaka.[]

HAR/diad

Penulis: Hariyah
Editor: Dewindah
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI