Manfaatkan MOOC Pintar, Pelatihan Kemenag Efisiensi Anggaran Ratusan Miliar

6 Feb 2023
Manfaatkan MOOC Pintar, Pelatihan Kemenag Efisiensi Anggaran Ratusan Miliar
Kaban Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Suyitno, dalam kegiatan Rakernas di Surabaya, 4-5 Februari 2023.

Surabaya (Balitbang Diklat)---Penyelenggaraan pelatihan dengan menggunakan teknologi akan menjadi prioritas Kementerian Agama di masa mendatang. Sebab, di samping bisa melayani masyarakat dalam jumlah yang sangat masif, juga tidak membutuhkan anggaran besar. 

Hal ini disampaikan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Suyitno, di sela-sela Rakernas di Surabaya. Rakernas berlangsung dua hari, 4 - 5 Februari 2023.

Menurutnya, ASN (Aparatur Sipil Negara) Kementerian Agama sangat banyak, jumlahnya sekitar 237 ribu. Jika ditambah PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan masyarakat yang membantu tugas Kementerian Agama, jumlahnya bahkan hampir 1.8 juta. Fakta ini menuntut adanya layanan yang juga sangat besar.

"Tidak mungkin mereka dilayani secara reguler, tatap muka. Pelayanan manual ini jangkauannya kecil, sedikit, lambat, dan terbatas. Harus kita tinggalkan," tuturnya.

"Harus ada teknologi untuk membantu melayani mereka," tambahnya.

Layanan pelatihan berbasis teknologi, kata Suyitno, sangat relevan di zaman yang terus berkembang maju. Biayanya murah sehingga anggaran yang digunakan juga sangat efisien.

Suyitno mencontohkan, pelaksanaan pelatihan Kurikulum Merdeka yang saat ini tengah berlangsung dengan menggunakan MOOC (Massive Open Online Course) Pintar, secara anggaran sangat efisien. "Biayanya murah, efisiensi anggarannya lebih dari seratus miliar rupiah. Pemanfaatan uang negara sangat tepat," terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki. Menurutnya, peserta yang mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka saat ini sebanyak 20.351 orang. Jika pelatihannya dilakukan secara manual tatap muka, sama dengan 678 angkatan, dengan 30-40 peserta setiap kegiatan. Biaya per angkatan, sekitar Rp170 juta. 

"Jika dilakukan secara tatap muka, 678 angkatan itu bisa menghabiskan anggaran 115 miliar rupiah. Tapi dengan MOOC Pintar hanya butuh anggaran 200 juta saja. Sangat efisien, murah, dan manfaat," tuturnya.

Pelatihan Kurikulum Merdeka berlangsung dari 3 sampai 14 Februari 2023 dengan peserta sangat majemuk dari unsur guru, kepala madrasah, pengawas, dosen, dan masyarakat umum. [beta]

   

 

Penulis: Beta
Editor: Sri Hendriani/Abas
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI