Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668

PEMETAAN KERUKUNAN KEHIDUPAN BERAGAMA WILAYAH PROVINSI LAMPUNG 2005

Senin, 9 April 2007
Kategori : Kajian Akademis Kehidupan Beragama
422 kali dibaca

PEMETAAN KERUKUNAN KEHIDUPAN BERAGAMA WILAYAH PROVINSI LAMPUNG 2005

Tim Puslitbang Kehidupan Beragama
Departemen Agama RI
2006


Masyarakat Lampung termasuk tipikal masyarakat multikultural, keberagaman etnis, agama dan budaya lokal menjadi aset bagi daerah yang dijuluki bumi ruwa jurai. Nilai-nilai budaya lokal sebagai cerminan kearifan lokal seperti piil pasenggiri, sakai sambayan, puakhi dan berbagai simbol lainnya yang mengggambarkan khazanah budaya Lampung cukup kaya.

Pemetaan kerukunan ini dimaksudkan untuk mengelaborasi kondisi kehidupan beragama, hubungan antar umat beragama, potensi-potensi konflik, kecenderungan hubungan antar umat beragama, institusi-insitusi lokal yang berperan dalam menjaga kerukunan, usaha-usaha yang dilakukan dalam menjaga integrasi sosial, serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung lahirnya kondisi integrasi sosial masyarakat.

Hasil temuan penelitian ini menunjukkan tipologi peta kerukunan beragama di provinsi Lampung masing-masing Bandar Lampung (Kecamatan Teluk Betung Utara) digolongkan campuran, Tanggamus (Kecamatan Pringsewu) masuk kategori sedang, Way Kanan (Kecamatan Bahuga) tergolong rawan konflik dan Lampung Barat (Kecamatan Pesisir Selatan) digolongkan rukun.

Deskripsi peta kerukunan beragama masing-masing wilayah diantaranya sebagai berikut: 
1). Bandar Lampung (Kecamatan Teluk Betung Utara)
Tipologi kerukunan umat beragama di Bandar Lampung digolongkan dalam kategori campuran. Indikatornya tampak pada berfungsinya lembaga keagamaan yang didukung kedewasaan umat beragama di perkotaan.  
2. Tanggamus (Kecamatan Pringsewu)
Kehidupan umat beragama di Tanggamus mencerminkan situasi yang kondusif, tepatnya digolongkan sedang. Artinya, kondisi keberagamaannya berjalan secara kondusif, meskipun isu-isu keagamaan kadang muncul sebagai cerminan masyarakat yang dihuni beragam agama, etnis, suku dan budaya. 
3. Way Kanan (Kecamatan Bahuga)
Suasana kerukunan beragama di Way Kanan tampak berbeda dengan daerah lain. Kerukunan umat beragama di Way Kanan Kec. Buay Bahuga dikategorikan rawan konflik. Tetapi indikator tersebut tidak dapat dijadikan sebagai rujukan bahwa daerah ini selalu terjadi konflik, sebab setiap terjadi konflik selalu dipicu hal-hal yang bukan atas dasar agama, tetapi faktor lain yang bisa berimplikasi pada masalah agama.

Penelitian ini menyarankan penyuluhan dan pembinaan di bidang kerukunan kehidupan beragama perlu terus ditingkatkan, terutama berkenaan dengan hubungan antar umat beragama dalam tataran pribadi, yaitu pertemanan, pertetanggaan dan kekerabatan, agar prinsip-prinsip kerukunan kehidupan beragama dapat dilaksanakan dengan baik.***


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP