PENGARUH KETERBUKAAN INFORMASI MEDIA MASSA; Studi Kasus di Kelurahan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo

29 Jan 2007
PENGARUH KETERBUKAAN INFORMASI MEDIA MASSA; Studi Kasus di Kelurahan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo

PENGARUH KETERBUKAAN INFORMASI MEDIA MASSA TERHADAP

KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT KOTA KECIL DI JAWA TENGAH ;

Studi Kasus di Kelurahan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo

 

Oleh: Drs. Roch Aris Hidayat

66 halaman

 

Balai Penelitian Aliran Kerohanian/Keagamaan Semarang

2002

 

Pertumbuhan media massa, khususnya televisi, yang cukup pesat menjadikan masyarakat semakin leluasa untuk mengakses dan memiliki berbagai informasi yang diinginkan. Masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengakses berbagai informasi yang disiarkan oleh berbagai media massa tersebut. Informasi-informasi televisi tersebut cepat atau lambat akan berpengaruh pada sosial budaya masyarakat pemirsa. Sebagaimana dikemukakan oleh Hermin Indah wahyuni, bahwa televisi juga merupakan entitas budaya karena turut berperan dalam mewujudkan majunya sebuah budaya, sekaligus bisa mempengaruhi kemundurannya.

Sejumlah stasiun televisi menyajikan acara-acara yang dikemas cukup baik, namun ada pula sebaliknya. Stasiun televisi yang ada sekarang ini tampak berlomba menyajikan beraneka ragam acara untuk menarik simpati pemirsa. Aneka ragam acara tersebut antara lain berupa kesenian, olah raga, musik, budaya dan keagamaan. Acara-acara itu disajikan dengan segmen yang cukup menarik.

Dari siaran-siaran televisi tersebut di atas dapat berdampak positif maupun negatif terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kehidupan beragama. Berdampak positif apabila siaran televisi itu dapat mendorong peningkatan kehidupan beragama masyarakat menjadi lebih baik. Namun sebaliknya siaran televisi dapat dikatakan berdampak negatif apabila siaran tersebut menjadikan kebidupan beragama semakin merosot, dan hal itu ditandai dengan semakin maraknya pelanggaran terhadap nilai-nilai dan hukum agama maupun masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyerapan acara keagamaan dan hiburan pada siaran televisi terhadap perilaku keagamaan masyarakat di kota kecil di Jawa Tengah. Perilaku keagamaan ini difokuskan pada aspek peribadatan dan kegiatan sosial keagamaan.

Hasil uji statistik dengan menggunakan statistik uji khai kuadrat menunjukkan tidak semua hipotesis berkenaan dengan hubungan antarvariabel dalam penelitian ini dapat dibuktikan di lokasi penelitian. Dari 4 (empat) hipotesis yang dikemukakan berkenaan dengan hubungan antara variabel frekwensi penyerapan siaran televisi pada acara keagamaan dan hiburan dengan frekwensi pengamalan kegiatan peribadatan dan kegiatan sosial keagamaan, hanya ada 2 (dua) proposisi hipotesis yang dapat dibuktikan berlaku di lokasi penelitian ini. Dua proposisi hipotesis yang terbukti ada hubungan, yaitu hipotesis berkenaan dengan hubungan antara frekuensi penyerapan siaran televisi pada acara keagamaan dengan frekuensi pengamalan kegiatan sosial keagamaan, dan hipotesis berkenaan dengan hubungan antara frekuensi penyerapan acara hiburan dengan frekuensi pengamalan peribadatan.

Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian berkenaan dengan hubungan antara variabel usia dengan empat variabel tersebut.

Dari dua hipotesis tentang hubungan antara variabel frekuensi penyerapan siaran televisi dengan frekuensi pengamalan keagamaan, yang terbukti berhubungan, berdasarkan uji fi kuadrat, diketahui derajat keeratan hubungan antara variabel frekuensi penyerapan siaran televisi pada acara keagamaan dengan frekuensi pengamalan kegiatan sosial keagamaan itu cukup tinggi.

Sehubungan dengan berbagai temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini disarankan kepada pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama, agar menindaklanjuti temuan penelitian ini dengan memberi masukan, atau teguran kepada pengelola media televisi agar dalam menayangkan acara-acaranya mempertimbangkan faktor waktu peribadatan dan usia pemirsanya.***

Editor:
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI