Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668

PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT DALAM BERZIARAH ;

Selasa, 27 Januari 2009
Kategori : Kajian Akademis Kehidupan Beragama
1014 kali dibaca

PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT DALAM BERZIARAH ;

Studi Makna Ziarah Ke Makam Raden Intan di Desa Gedung Harta Lampung 

Oleh: M. Hambar Ar-Raiyyah dan H. M. Bunyamin Yusuf 
62 halaman 

Proyek Penelitian Keagamaan

Badan Penelitian Dan Pengembangan Agama

Departemen Agama 1998/1999

Aktivitas ziarah ke makam dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Aktivitas ini terlihat pada masyarakat pedesaan maupun perkotaan dan melibatkan pelaku dari berbagai tingkat kehidupan sosial ekonomi dan tingkat penghayatan keagamaan. Ziarah ke makam rnerupakan suatu fenomena yang bersifat umum. Aktivitas ziarah berlangsung setiap waktu, namun ada waktu-waktu tertentu saat jumlah peziarah sangat banyak. Dikalangan umat Islam aktivitas ini menunjukan intensitas yang sangat tinggi pada saat menjelang kedatangan bulan Ramadhan dan saat merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. Pada masa-masa seperti ini banyak peziarah rnendatangi makam kerabat mereka yang telah meninggal dunia, terutama orang tua dan para leluhur, anak, saudara, suami atau istri. Ziarah semacam ini biasanya dimaksudkan untuk mengenang dan mendoakan mereka yang diziarahi makamnya.

Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Mengungkap pandangan masyarakat sekitar dan peziarah terhadap makam Raden lntan di Desa Gedung Harta;2). Menjelaskan aktivitas yang dilakukan peziarah di makam ini; 3). Mengidentifikasi landasan dan tujuan ziarah ke makam ini; 4). Menerangkan makna ziarah ke makam ini bagi masyarakat setempat dan pelaku ziarah.

Penelitian ini menghasilkan penemuan bahwa warga Desa Gedung Harta mempunyai tradisi menziarahi makam orang tua pada waktu tertentu, terutama pada saat merayakan Idul Fitri. Mereka juga melakukan hal serupa pada saat akan menyelenggarakan hajat (pesta). Tujuannya untuk mengenang jasa orang tua dan mendoakan agar mereka diampuni oleh Allah dan diberi balasan yang baik. Pada umumnya warga desa ini memandang makam Raden Intan kurang lebih sama dengan makam lainnya.

Ziarah ke makam ini yang bersifat resmi sering diselenggarakan oleh instansi pemerintah, organisasi sosial kemayarakatan dan organisasi profesi pada momen tertentu seusai pelaksanaan upacara bendera atau upacara nasional. Mereka melakukan ziarah ke makam ini dalam kedudukan Raden Intan sebagai pahlawan nasional. Ziarah yang sifatnya umum lebih banyak dilakukan oleh orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Raden Intan dan peziarah dari luar Desa Gedung Harta. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Palembang, Bandar Lampung, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Jakarta. Daerah asal peziarah yang menonjol adalah Jawa Barat. Ada beberapa hal yang menyebabkan besarnya jumlah peziarah dari daerah ini di antaranya: 1). Raden Intan adalah seorang pejuang yang bekorban untuk kepentingan bangsa dan agamanya, 2). Raden Intan mempunyai silsilah yang sampai ke Fatahillah, Raja Banten, 3). Lokasi makam Raden Intan dekat dari Jawa Barat dan ditunjang oleh sarana transportasi yang lancar, dan 4). Ada kecenderungan peziarah untuk mengenal dan mengunjungi obyek yang lebih banyak dan lebih beragam.***

 


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP