Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668

POSISI PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT TANI

Selasa, 23 September 2008
Kategori : Kajian Akademis Kehidupan Beragama
240 kali dibaca

POSISI PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT TANI 
(Studi Tentang Partisipasi Perempuan Bagi Ekonomi Keluarga)
H.M. Afif., 2000, 45 halaman

Penelitian ini dilaksanakan di desa Kesambi, Kecamatan Margasari, Kecamatan Tegal. Sasaran penelitian adalah masyarakat tani, dan yang menjadi kunci responden (key person) istri keluarga petani tersebut.Penelitian ini merupakan model grounded research, yang mengembangkan kategori dari variabel yang diteliti untuk mencari hubungan dalam mengembangkan teori. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara mendalam (depth interview) dan observasi terlibat (participant observation).Dari penelitian ini diperoleh temuan yaitu :

  1. Masyarakat Kesambi, termasuk masyarakat yang masih memegang tradisi sebagai petani. Keterlibatan perempuan dalam bertani memiliki kontribusi yang besar, yakni mulai dari pengolahan tanah, memilih benih, menanam, membersihkan rumput, mengetam hasil panen, memproses menjadi beras, menjual, menyimpan padi/beras, sampai pada pendistribusian keuangan untuk keperluan keluarga.
  2. Sumbangan yang diberikan perempuan dalam bentuk partisipasi bagi ekonomi keluarga dipandang lumrah atau biasa, karena merupakan kewajiban dalam hidup berkeluarga. Satu hal yang dipandang tidak adil adalah saat dalam keluarga terjadi penyimpangan perilaku suami dan melakukan pernikahan lagi (poligami). Karena perlakuan tersebut dipandang kurang menghargai perempuan. Alasannya adalah karena poligami umumnya dilakukan di saat ekonomi keluarga “cukup" atau bahkan "berlebih".
  3. Melalui kelompok wanita yang ada di desa, pemberdayaan perempuan dapat dilakukan. Dengan program bimbingan dan penyuluhan untuk menciptakan kesejahteraan keluarga, melalui pengembangan hidup yang berorientasi ke depan (future oriented).
  4. Para perempuan dari kelompok ini memandang bahwa kondisi budaya yang dipandang menghambat kiprah perempuan itu tidak ada. Para suami merasa senang dengan kiprah isterinya yang dapat menambah pemasukan bagi keluarganya. (U.H)


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP