Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668
Pusdiklat Tenaga Administrasi Menggelar Pelatihan Teknis Manajemen Pengelolaan Ibadah Haji dan Pelatihan Teknis Manajemen Madrasah

Pusdiklat Tenaga Administrasi Menggelar Pelatihan Teknis Manajemen Pengelolaan Ibadah Haji dan Pelatihan Teknis Manajemen Madrasah

Senin, 6 September 2021
Kategori : Berita
58 kali dibaca

Lembang (6 September 2021). Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi A. Buchori menyampaikan beberapa hal penting kepada peserta pelatihan. Hal tersebut disampaikan Kapus Buchori saat membuka sekaligus memberi arahan pada kegiatan Pelatihan Teknis Manajemen Pengelolaan Ibadah Haji dan Pelatihan Teknis Manajemen Madrasah di Lembang Bandung, Senin (6/9/2021).

Kapus Buchori mengatakan pelatihan ini sangat penting karena perubahan zaman akibat inovasi teknologi yang begitu cepat akan memengaruhi tata kelola manajemen madrasah dan penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini membuat kita berpacu dengan waktu.

“Jika kita mengukur manajemen penyelenggaraan haji dan madrasah berdasarkan dari cerita masa lalu, maka akan tertinggal. Meski ibadahnya tidak pernah berubah, manajemen selalu berubah sesuai dengan kebutuhan zaman,” kata Kapus A. Buchori.

Menurut Kapus Buchori, para pengelola harus dapat membedakan  antara ibadah dengan manajemen pengelolaan. Oleh karena itu, Kemenag khususnya Pusdiklat Adminstrasi merasa memiliki kewajiban menjawab tantangan masa depan, apalagi di madrasah yang sekarang sistem pembelajarannya secara daring.

“Seorang manajer yang mumpuni adalah manajer yang bisa menata tantangan-tantangan ini menjadi satu keunggulan dengan pelatihan yang diharapkan bisa menjadi solusinya. Begitu juga dengan ibadah haji, mudah-mudah tahun ini haji bisa diselenggarakan,” ujarnya.

Buchori juga berharap tahun depan calon jemaah haji bisa berangkat ibadah ke Tanah Suci. “Oleh karena itu, manajemen penyelenggaraan ibadah haji harus dikuasai oleh travel yang di dalamnya terdapat pula pengurus KBIH,’’ tambahnya.

Misalnya salah satu persyaratan  mutlak untuk berangkat adalah sudah divaksinasi dan jenis vaksin apa yang diakui. “Mudah-mudahan Saudi Arabia tidak menargetkan vaksin jenis tertentu saja, kalau ini berlaku maka akan terjadi banyak kemudahan,’’ jelas Kapus Buchori.

Kapus juga mengingatkan bahwa para pengelola harus memahami detail persyaratan sehingga dapat dapat memudahkan calon jemaah. Jangan sampai merugikan jemaah, karena bisa mengakibatkan kekecewaan terhadap pelayanan.

Pada kesempatan yang sama Kabid Penyelenggara Achmad Nidjam melaporkan peserta berjumlah 60 orang terdiri dari 30 orang Kepala Madrasah dan wakil Kepala Madrasah serta 30 orang pengelola ibadah haji. Kegiatan akan berlangsung dati tanggal 6-10 September 2021 di Hotel Regency Gumilang Lembang Bandung Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi dan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung.[]

RS/diad


Sumber :

Penulis : Rahmi Siregar

Editor : Dewindah

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP