Puslitbang Lektur Ekspose “Karya Ulama Nusantara Merespon Peradaban Milenial”

6 Des 2018
Puslitbang Lektur Ekspose “Karya Ulama Nusantara Merespon Peradaban Milenial”

Jakarta (6 Desember 2018). Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat menyelenggarakan kegiatan Pembahasan Draf Final Katalog Karya Ulama Nusantara Online di Hotel Takes Mansion Jakarta Pusat, Kamis (6/12). Kegiatan ini diikuti peserta dari PBNU, MUI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sekretariat Badan, peneliti dan pegawai LKKMO. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kapuslitbang LKKMO Muhammad Zain. Dalam sambutannya, Zain menggulirkan beberapa pokok pemikiran.

Pertama, bukti nyata manusia sungguh memasuki modernitas zaman adalah lewat “cara/metode” dalam menjalani kehidupannya. Akar kata terminologi modern dari bahasa Latin yakni modus, yang berarti cara, prosedur, dan metode. Bedanya adalah sebelumnya manusia memakai cara tradisional (manual), sekarang cara modern berbasis teknologi informasi (internet). Kemajuan teknologi informasi yang tak terbendung membuat seluruh dimensi kehidupan manusia menjadi berubah cepat. Terjadi modernisasi dan globalisasi yang membuat dunia seakan tanpa batas. Manusia dapat mengakses dan mengetahui segala informasi dari seantero dunia hanya dalam hitungan detik dengan menggunakan sebuah gadget. Kehidupan manusia lantas berada dalam bingkai “akselerasi, kemudahan, efektif dan efisien”.

Kedua, seiring dengan revolusi teknologi informasi yang mendulang modernitas dalam hidup, maka Puslitbang LKKMO ikut aktif menggunakan kecanggihan teknologi, salah satunya adalah kegiatan yang sedang berlangsung, yaitu Katalog Karya Ulama Nusantara Online. Lewat cara ini hasil-hasil riset tentang karya ulama nusantara menjadi lebih berdayaguna karena dapat diakses oleh siapa saja kapan saja dan dimana saja sejauh mendapatkan jaringan internet. Sosialisasi dan diseminasi produk LKKMO menjadi lebih cepat, mudah, efektif, efisien dan worldwide. Menurut pengakuan Alfan Firmanto, Dede Burhanudin, dan Masmedia Pinem yang baru saja menyelesaikan studi program doktoral di Universitas Padjadjaran Bandung bahwa website telah digunakan sebagai salah satu rujukan dalam tulisan disertasi mereka. Artinya keberadaanwebsite karya ulama Nusantara mempunyai impact positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Ketiga, terkait dengan website harus ditata sedemikian rupa agar lebih menarik, estetis, dan bermutu tinggi. Menu-menu, tampilan-tampilan, gambar-gambar dalam website dibuat sedemikian rupa sehingga punya daya tarik yang tinggi, eye catching, indah dan memesona. Melihat tampilan website dapat dianalogikan dengan melihat seorang wanita yang berpenampilan cantik atau sebuah cover buku yang bagus dan menarik. Pengunjung website diharapkan dapat langsung tergoda dengan tampilan web untuk melihat isi kemudian membacanya. Isinya diformulasikan dalam kalimat-kalimat yang pendek, dan enak dibaca sehingga mudah diingat dan dimengerti. Icon “Karya Ulama Gerbang Kearifan”sebagai tampilan awal dalam website ini adalah tepat untuk ditampilkan di awal sebagai pembuka kata yang menggugah.Karena sasaran level pengguna yang bervariasi, apalagi generasi milenial, maka setiap ungkapan kata, kalimat serta paragraf yang digunakan setidaknya mudah diterima oleh semua level, tidak berbelit-belit dan sulit dipahami.

Pada kesempatan ini, tampil sebagai narasumber Alfida dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Rosyid Fauzi Kasubag Data Agama Biro Humas, Data, dan informasi dari Kemenag. Mereka mengungkapkan website karya ulama Nusantara ini patut diapresiasi sebagai hasil kreasi LKKMO. Kalau dilihat katalog ini tampak sudah siap memberikan informasi kepada siapa saja, pelajar, ilmuwan, masyarakat luas tentang hasil karya ulama nusantara. Karya ulama ini diminati banyak orang, bagaimana konteks masyarat saat itu, ciri-ciri, keunikan masing-masing ulama dalam mentransfer ilmunya kepada masyarakat Islam tampak di dalamnya. Namun demikian, beberapa fitur-fitur dan menu-menunya perlu dilengkapi agar menjadi lebih baik lagi. Harapan tentunya, website ini dapat mudah diakses, menarik, dan berguna bagi pengunjung dalam berbagai level. Narasumber juga menekankan agar faktor keamanan konten website ditingkatkan, agar pengguna dapat selalu nyaman dalam mengakses. (AS&FI).

 

Editor:
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI