Puslitbang LKKMO Gandeng FIB-UI, Berkolaborasi dalam Moderasi

25 Nov 2022
Puslitbang LKKMO Gandeng FIB-UI, Berkolaborasi dalam Moderasi

Depok (Balitbang Diklat)---Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dalam Seminar Nasional Pernaskahan Nusantara ke-2. Kegiatan berlangsung pada 24 s.d. 25 November 2022 di Gedung IV FIB-UI Depok.

Kepala Puslitbang LKKMO Prof. M. Arskal Salim GP menyampaikan potret Manuskrip Keagamaan Nusantara dan Penguatan Moderasi Beragama. Keynote speech-nya diawali dengan membahas potret terkini kehidupan beragama di Indonesia. Ia mengulas moderasi beragama yang sedianya sudah ada sejak masa silam, ditulis dan dipraktikkan oleh para leluhur kita, yang sekarang sudah menjadi manuskrip.

“Kerukunan hidup dalam beragama banyak dicerminkan dalam khazanah keagamaan dan sudah sejak lama dipraktikan para leluhur kita. Inilah yang harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan sebagai nilai-nilai kerukunan yang mulia,” ungkap Arskal.

Lebih lanjut, Arskal menambahkan bahwa yang dimaksud dengan istilah moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama. Ajaran yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

“Moderasi beragama menjadi penting karena bangsa Indonesia hidup dalam keragaman, baik agama, suku, bahasa, maupun budaya lokal yang unik. Sikap toleran, hidup rukun, dan menghargai keragaman menjadi entitas bangsa yang perlu terus menerus dipupuk dan dihidupkan secara berkelanjutan. Melalui khazanah manuskrip keagamaan, moderasi beragama perlu dikuatkan,” tegas Arskal.

Kapus Arskal juga menguraikan beberapa rencana agenda ke depan dalam menggali pengetahuan moderasi yang tertuang di dalam manuskrip keagamaan. Di antara agenda tersebut adalah memberi perhatian serius pada kajian manuskrip keagamaan dan moderasi beragama.

“Hal ini dapat dilakukan dengan membangun peradaban bangsa melalui telaah manuskrip keagamaan, menjadikan isi naskah sebagai bahan ajar dalam rangka pembentukan karakter, dan mengamalkan pengetahuan-pengetahuan moderasi yang diajarkan para ulama masa lampau,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Puslitbang LKKMO Arskal Salim GP sebagai pembicara kunci dan Kepala OR-Arbastra-BRIN Hery Yogaswara. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari akademisi, peneliti, dan mahasiswa.

Muis/diad

 

 

Penulis: Muis
Editor: Dewindah
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI