Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668
RESUME BUKU : ANAK-ANAK REVOLUSI (BUKU 2)

RESUME BUKU : ANAK-ANAK REVOLUSI (BUKU 2)

Jumat, 22 November 2019
Kategori : Opini
381 kali dibaca

Oleh : Rut

(Ditjen Bimas Kristen)

Judul buku          : Anak-Anak Revolusi (Buku 2)

Penulis                : Budiman Sudjatmiko

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

ISBN                   : 978-602-03-0277-5

 

Buku ini berisi sastra, ekonomi, sains, politik, musik, dan sejarah. Buku biografi tentang seorang anak manusia yang keras kepala dalam meraih mimpi. Seorang pemuda yang ikut andil dalan sejarah terbesar bangsa Indonesia. Seorang idealis yang menaruh kepentingan khalayak ramai diatas segala-galanya.

Anak-anak revolusi akan membakar semangatmu dalam meraih cita, akan membangkitkan jiwa patriotisme untuk negara yang selama ini tertutup ambisi pribadi.

Lewat buku Anak-anak Revolusi Jilid 2 ini, Budiman Sudjatmiko mengajak pembaca untuk menjelajahi waktu sampai dengan akhir Zaman Orde Baru sampai menelusuri Zaman Revolusi.

Dari sudut pandang ia yang dulu seorang aktivis PRD (Partai Rakyat Demokrasi), di buku ini diceritakan perjalanannya menolak rezim yang berkuasa terlalu kuat. Dipadukan dengan kisah cinta dan pengalaman-pengalaman penulis selama bersekolah di luar negeri dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sama, membuat buku ini menarik untuk dibaca.

Aku bukan orang yang pandai berpolitik. Membaca ini terkadang butuh mencari tahu lebih tentang kejadian-kejadian yang diceritakan. Tapi untuk orang awam yang ingin memiliki wawasan lebih mengenai politik dan mungkin bagi orang yang membenci politik di Indonesia, buku ini bisa jadi salah satu sudut pandang lain yang membuat pembaca melihat dari kacamata pelaku politik. 

Sejarah tidak pernah terlepas dari tindakan politik. Dalam buku ini kita dapat melihat sejarah, mempelajari politik, dan bagaimana mengambil tindakan demi tercapainya tujuan politik. Dalam berpolitik kita perlu mempelajari segala sesuatu dari 2 sumber, yang benar dan yang menang. Karena faktanya, yang benar belum tentu menang dan yang menang belum tentu benar.

Berpolitik itu untuk mencapai tujuan. Maka perlu disepakati bersama bahwa tujuannya yaitu untuk memenangkan yang benar (terbebas dalam bentuk apapun). Mengambil kedua diantaranya bukan berarti menjadi moderat. Tetapi ini paket komplit yang revolusioner. []

Ruth/diad


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP