Transformasi Hati Menyambut Bulan Suci

12 Apr 2021
Transformasi Hati Menyambut Bulan Suci

Ciputat (12 April 2021). Di ujung bulan Sya’ban ini, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI  menyelenggarakan Seminar Kewidyaiswaraan bertajuk “Transformasi Hati Menyambut Bulan Suci”, bertempat di Aula Pusdiklat Teknis, Ciputat, (12/4).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Imam Safe’i. Dalam sambutannya, Imam Safe’i menyampaikan semoga keberadaan Pusdiklat menjadi lebih baik ke depannya. "Dengan tetap menekankan speed, spirit, solid, dan smart(4S), tidak hanya Widyaiswara namun juga seluruh insan Pusdiklat Teknis,” ungkapnya.

Bertindak sebagai narasumber Ustadz Muchlis Muhammad Hanafi. Doktor dalam Bidang Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dari Universitas Al-Azhar Kairo ini memaparkan transformasi hati merupakan perubahan rupa, hati, dan jiwa menuju kebaikan. "Allah SWT yang Maha Tahu, sehingga tidak ada satu pun kedudukan di dunia ini yang paling suci dan sempurna", papar Muchlis. 

"Kesabaran itu pahalanya besar dengan ganjaran surga, dimana kesabaran itu akan diuji di bulan Ramadan,” tambah Muchlis.

Selanjutnya, Muchlis memaknai puasa lebih mendalam, yaitu menahan diri dalam pengertian yang luas, tidak hanya menahan nafsu dan syahwat tetapi juga menahan jari jemari untuk tidak publikasi hal yang tidak bermanfaat. 

Kepala Laznah Pentashihan Mushaf Al-Quran ini juga menyampaikan bulan Ramadan bulan mulia, bulan tempat turunnya kitab suci. "Ramadan sebagai wadah untuk mengisi hati menuju kesucian agar cahaya Al-Qur’an dapat merasuk", ujar Muchlis.

"Kesempatan ini sangatlah pas dalam menyambut Ramadan mubarak, tidak hanya digitalisasi yang harus ditransformasi, namun transformasi hati sangatlah penting demi perubahan tingkah laku menuju kebaikan", tambah Muchlis.

Pada kesempatan ini, Muchlis mengingatkan kedermawanan dan sifat-sifat positif lainnya dengan doa dan zikir untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. "Tak lupa menjaga keseimbangan pola pikir dengan moderasi beragama, Widyaiswara dituntut secara profesional untuk menyampaikan materi moderasi beragama,” pungkasnya.

Seminar ini diikuti seluruh pegawai Pusdiklat Teknis meliputi Pejabat Eselon 3 dan 4, Widyaiswara, pegawai ASN, dan NP ASN. (Rina/bas)

 

Penulis: Rina
Editor: Abas
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI