Kaban Suyitno: 30 Persen ASN Kemenag Dipertanyakan Komitmen Kebangsaannya

20 Feb 2023
Kaban Suyitno: 30 Persen ASN Kemenag Dipertanyakan Komitmen Kebangsaannya
Kaban Suyitno dalam kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama, di Hotel Grand Wahid, Salatiga, Sabtu (18/02/2023).

Semarang (Balitbang Diklat)---Berdasarkan data Computer Assisted Test (CAT) Profesionalisme dan Moderasi Beragama yang dilakukan tahun 2022, secara nasional ditemukan hampir 30 persen ASN Kementerian Agama (Kemenag), perlu dipertanyakan  moderasi beragamanya. Namun, setelah di-review lebih jauh, ternyata problemnya pada komitmen kebangsaannya.

Hal itu dikatakan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat, Prof. Suyitno, secara daring dalam kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama, di Hotel Grand Wahid, Salatiga, Sabtu (18/02/2023). Menurut Suyitno, problem ini perlu mendapatkan perhatian khusus.“Kita belum sepenuhnya memberikan informasi utuh terutama moderasi beragama (MB), akibatnya masih ditemukan gejala intoleransi,” ungkap Kaban

Data yang dimiliki Badan Litbang dan Diklat menunjukkan, sekolah di wilayah Jabotabek masih ditemukan gejala intoleransi. “Padahal kita gencar melakukan penguatan MB bagi guru dan penyuluh. Sikap intoleransi yang terjadi di dunia pendidikan menjadi tantangan sendiri, untuk kita mencarikan solusinya,” imbuh Kaban

Lebih lanjut, Kaban Suyitno mengatakan pemahaman moderasi beragama yang kita sentuh, baru para pimpinan di satker lingkungan Kementerian Agama. Padahal pemahaman MB hanya punya waktu satu tahun saja. Pemahaman MB menjadi prioritas yang diberikan pada intern Kemenag, namun pemahaman ini akan diperluas pada lembaga dan kementerian lain. 

“Berjalan dengan transformasi Badan Litbang dan Diklat yang beralih menjadi  Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM), secara otomatis MB akan menjadi tugas pokok dan fungsi (tusi) utama yang kita laksanakan,” tutur Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini.

Kaban Suyitno berpesan, sebagai tindak lanjut kegiatan ini, peserta diharapkan membuat konten kreatif berisi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan ramah pada budaya lokal. “Konten dibuat menarik, komunikatif, dan memberikan pencerahan, agar menarik penonton untuk lebih lama-lama menikmatinya, dengan sendirinya ia akan memahami moderasi beragama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Anshori, mengatakan moderasi beragama yang merupakan salah satu dari tujuh prioritas Kementerian Agama menjadi dasar kegiatan ini dilaksanakan. Kegiatan ini sebagai akselerasi percepatan para pegawai untuk mendapatkan pemahaman moderasi beragama, bahkan menjadi pelopor MB.

“Jangan kita mengabaikan terhadap potensi perpecahan negara dan komitmen kebangsaan dari prinsip-prinsip MB yang sedang kita bangun saat ini,” pesan Anshori. (Fathurrozi/sri)

 

Penulis: Fathurrozi
Editor: Sri Hendriani
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI