Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668

SURVEY TIPOLOGI PONDOK PESANTREN DALAM PEMENUHAN PELAYANAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT

Senin, 5 Maret 2007
Kategori : Kajian Akademis Pendidikan Keagamaan
1357 kali dibaca

SURVEY TIPOLOGI PONDOK PESANTREN DALAM PEMENUHAN PELAYANAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT

Oleh: Abdul Muin dkk. 
123 hlm.

Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan
Tahun 2006 



Nomenklatur tentang pondok pesantren selama ini dikenal istilah adanya pondok pesantren salafiyah, pondok pesantren khalafiyah dan pondok pesantren kombinasi. Sampai saat ini jumlah pesantren di Indonesia mencapai 14.067 pesantren, dengan tipologi salafiyah sebanyak 8.905 (63,30 %); pesantren khalafiyah sebanyak 878 pesantren (6,24 %) dan pesantren kombinasi sebanyak 4.284 pesantren (30,45 %). Pertanyaanya sejauhmana masing-masing tipologi pesantren itu telah memainkan perannya dalam pendidikan keagamaan pada masyarakat. Berdasar latar belakang tersebut, pada tahun 2006 Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan melakukan survey ini.

Survei ini dilaksanakan di 11 Provinsi: Sumatera Utara (Kab.Madina), Jambi (Kota Jambi), Banten (Kab. Serang), Jawa Barat (Kota Bogor), Jawa Tengah (Kab. Klaten), D.I. Yogyakarta (Kota Yogyakarta), Jawa Timur (Kab. Jombang), NTB (Kota Mataram), Kalimantan Selatan (Kab. Banjar), Sulawesi Utara (Kota Manado) dan Maluku Utara (Kota Ternate).  

Berdasarkan data yang dikumpulkan penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa : 1) pondok pesantren tipologi Salafiyah dalam memberikan pelayanan pendidikan keagamaan justru masuk kategori sangat memuaskan  santrinya. Berbeda dengan  pondok pesantren tipologi Khalafiyah dan terutama tipologi Kombinasi belum dapat memberikan pelayanan yang sangat memuaskan santrinya,  khususnya yang berkaitan dengan faktor sarana  tentang kondisi peralatan dan kelengkapan fasilitas belajar. Demikian pula tentang kondisi dan kelengkapan fasilitas asrama santri. Akan tetapi, pada aspek kehandalan ustadz dalam memberikan pelajaran, keresponsifan, perilaku,  kejujuran, komunikasi, dan kemampuan ustadz dalam menyampaikan materi pembelajaran dapat memuaskan bagi santri pada semua tipologi pondok pesantren. Bahkan bagi santri pesantren tipologi Salafiyah sangat memuaskan. Hal ini menunjukkan, bahwa santri pontren tipologi Salafiyah yang sehari-harinya lebih banyak belajar ilmu-ilmu keislaman lebih cenderung memilih hidup sederhana (zuhud), jika dibanding dengan santri pontren tipologi Khalafiyah dan tipologi Kombinasi.

Penelitian ini merekomendasikan kepada Pengasuh pondok pesantren tipologi Khalafiyah dan terutama pengasuh pondok pesantren tipologi Kombinasi, sebaiknya lebih meningkatkan sarana pelayanan pendidikan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi dan kelengkapan fasilitas  belajar serta kondisi dan fasilitas asrama santri.***


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP