Top
    sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id
(021) 3920663, 3920668
Pemetaan Orientasi Pendidikan Pesantren di Indonesia

Pemetaan Orientasi Pendidikan Pesantren di Indonesia

Senin, 17 Februari 2014
Kategori : Berita
390 kali dibaca

Jakarta (18 Februari 2015). Eksistensi pesantren, dilihat dari sejarah bangsa Indonesia, memiliki peran dan fungsi yang penting, unik dan menarik. Vitalitas pesantren, terutama pesantren salafiyah, dapat dilihat dari sumbangsih lembaga ini dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak sedikit pahlawan-pahlawan nasional yang lahir dari rahim pesantren.

Peran penting pesantren juga dapat dilihat dari kemampuan lembaga ini menjaga eksistensinya. Tidak sedikit pesantren yang lahir jauh sebelum negeri ini berdiri, Bahkan terdapat beberapa pesantren yang telah berdiri lebih dari seratus tahun.

Kehadiran pesantren semakin unik dan menarik tatkala muncul dan berkembang pesantren-pesantren baru dengan model dan corak yang berbeda. Kehadiran beberapa pesantren modern dan pesantren “kader” melengkapi eksistensi pesantren salafiyah.

Kehadiran pesantren-pesantren baru juga membawa corak dan warna yang berbeda. Perbedaan tidak hanya dilihat dari corak dan karakternya, tetapi juga berimbas pada perbedaan dalam pengelolaan orientasi pendidikan. Perbedaan corak dan karakter juga diakibatkan adanya perbedaan “ideologi” dan sudut pandang pendiri dan pengasuh pesantren. Kondisi ini berdampak pada perbedaan pengelolaan orientasi pendidikan pesantren.

Perbedaan ini, pada satu sisi dapat menjadi nilai positif, tetapi pada sisi lain juga berpotensi menimbulkan masalah dalam masyarakat. Perbedaan orientasi pendidikan pesantren dalam sudut pandang positif telah memberikan ragam pilihan bagi masyarakat yang mempercayakan pendidikan pada pesantren.

Namun demikian, dalam konteks ancaman, keragaman orientasi pendidikan juga dapat menimbulkan ekses negatif. Perbedaan pola pendidikan yang tidak terkontrol dengan baik dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarluaskan ide dan pemikiran yang kontraproduktif.

Oleh karena itu, pemetaan orientasi pendidikan pesantren menjadi penting dalam rangka mencegah ekses negatif. Husen Hasan Basri, peneliti pada Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan telah mengadakan studi awal pemetaan orientasi pendidikan.

Dalam makalah yang berjudul “Keragaman Orientasi Pendidikan di Pesantren”, Husen berusaha memetakan orientasi pendidikan beberapa pesantren yang ada di Indonesia. Lalu bagaimanakah peta orientasi pendidikan pesantren? Silahkan simak ulasannya dalam JurnalDialog Vol. 37, No. 2, Desember 2014, padaPemetaan Orientasi Pendidikan.[]

Ags/viks/ags

 


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP