Moderasi Beragama Bukan Sekadar Proyek

24 Mei 2023
Moderasi Beragama Bukan Sekadar Proyek
Kaban (kiri) didamping Kapus Administrasi Syafii menyampaikan materi pada Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN Angkatan II dan III di Ciputat, Selasa (23/5/2023).

Ciputat (Balitbang Diklat)---Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat (Balitbang Diklat) Kementerian Agama, Prof. Suyitno, mengatakan pengarusutamaan Moderasi Beragama merupakan program prioritas pemerintah dan mandat bagi Kementerian Agama.

“Moderasi Beragama bukan sekadar proyek tetapi memang ada hal nyata yang terjadi dalam masyarakat yang membutuhkan moderasi beragama,” ujar Kaban.

Hal tersebut disampaikan Kaban saat menyampaikan materi visi, misi, dan nilai dasar Kementerian Agama  pada Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN Angkatan II dan III di Kampus Pusdiklat Tenaga Administrasi Ciputat Tangerang Selatan, Selasa (23/5/2023). 

Oleh karena itu, “Jadikan ruang pelatihan sebagai tempat untuk mendiskusikan kasus-kasus aktual di lingkungan kerja masing-masing, sehingga nanti setelah pulang bisa memberikan solusi,” ungkap Kaban.

Pada kesempatan ini, Kaban juga mengimbau agar para instruktur baiknya mengawasi peserta pasca pelatihan untuk mengontrol hasilnya.

Peserta yang ikut pelatihan penggerak ini, lanjut Kaban, setelah selesai harus melakukan sesuatu hal untuk menggerakkan moderasi beragama di lingkungan kerja masing-masing.

“ASN adalah aset negara. Seluruh biaya hidupnya dan keluarganya mendapatkan insentif dari negara. Sehingga sangat tidak masuk akal kalau ada ASN yang tiap hari nyinyirin pemerintah,” kata Guru Besar UIN Raden Intan Palembang ini.

Pelatihan secara klasikal yang berlangsung dari 22 sampai 26 Mei 2023 ini diikuti peserta masing-masing berjumlah 30 orang terdiri dari Pejabat Administrator (eselon III) atau Pejabat Fungsional Ahli Madya yang belum pernah mengikuti pelatihan sejenis.

Hadir pada kesempatan ini, Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi, Syafi’i, Plh. Kabag TU, Suja’i, para instruktur nasional dan para fasilitator. (RS)

   

 

Penulis: Rahmi
Editor: Abas/Sri Hendriani
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI