Prof. Inung: ASN Harus BerAKHLAK dan Berorientasi pada Pelayanan

24 Mar 2025
Prof. Inung: ASN Harus BerAKHLAK dan Berorientasi pada Pelayanan
Sekretaris BMBPSDM Ahmad Zainul Hamdi memberikan paparan pada sesi Pembinaan Sikap Perilaku pada Pelatihan Dasar (Tahapan Klasikal) CPNS Golongan III Mahkamah Agung yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Denpasar, melalui zoom meeting dari Jakarta, Senin (24/3/2025).

Jakarta (BMBPSDM)---Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Ahmad Zainul Hamdi menegaskan pentingnya nilai inti BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). 

 

“Sebagai ASN, kita harus berkontribusi dalam membangun negara ini dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya secara daring melalui zoom meeting dalam sesi Pembinaan Sikap Perilaku pada Pelatihan Dasar (Tahapan Klasikal) CPNS Golongan III Mahkamah Agung yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Denpasar, dari Jakarta, Senin (24/3/2025).

 

Menurut Prof. Inung, --sapaan akrabnya-- paradigma lama menempatkan ASN sebagai pihak yang dilayani. Namun, saat ini peran ASN telah berubah menjadi pelayan masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Jika menemukan birokrasi yang tidak melayani, kita harus berjanji bahwa itu harus berhenti pada kita dan tidak boleh berlanjut,” terangnya. 

 

Mantan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag ini juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tidak terjebak dalam budaya kerja yang buruk di lingkungan sekitar. Menurutnya, pelayanan prima hanya dapat tercapai jika seseorang mampu menempatkan diri sebagai pihak yang membutuhkan layanan, sehingga memahami kebutuhan dan harapan masyarakat dengan lebih baik.

 

“Kita harus memosisikan diri sebagai orang yang membutuhkan layanan. Bayangkan bagaimana perasaan kita jika mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan, tidak sesuai, bahkan terkesan acuh. Padahal, kita sendiri juga bagian dari masyarakat yang membutuhkan layanan. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

 

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa seorang ASN harus akuntabel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Jangan ada PNS yang digaji untuk melaksanakan tugas dan fungsi (tusi), tetapi tidak menjalankannya,” tegasnya.

 

Menyoroti pentingnya kompetensi ASN dalam menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045, pria kelahiran Lamongan ini menekankan bahwa ASN harus kompeten, terus mengembangkan kemampuannya, serta meningkatkan keterampilan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). 

 

Menutup paparannya, Prof. Inung dengan tegas menekankan bahwa ASN harus memiliki sikap harmonis dan loyal dalam menjaga keberagaman dan persatuan bangsa. “ASN harus loyal terhadap negara. Jangan sampai ada ASN yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” pungkasnya.

 

Cucu Ardiah

 

Penulis: Cucu Ardiah
Sumber: BDK Denpasr
Editor: Barjah dan Abas
Apakah informasi di atas cukup membantu?

TERKINI

OPINI